DERAPFAKTA.COM | Isu yang beredar bahwa perhelatan islami di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 54 tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2024 tidak ada pawai Ta’aruf hanya Defile saja sehingga dinilai tidak penting.

Seperti yang sudah-sudah, diketahui pawai ta’aruf adalah ajang suka cita yang dirasakan oleh lapisan masyarakat dalam menyambut lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kabupaten Tangerang.

Sontak pergelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 54 tingkat Kabupaten Tangerang yang direncanakan akan digelar pada 11 hingga 16 Januari 2024 mendatang yang akan digelar dilapangan Taman Adiyasa Ds.Cikuya Kec.Solear menjadi bahan pertanyaan dari beberapa kalangan masyarakat yang ada.

Informasinya yang saya dengar begitu, ucap Datok Nasir Aktivis asal Solear yang kedudukannya sebagai Humas DPD Badak Banten Kab.Tangerang, yang aktif pula di Lembaga.

Terakhir dapat kabar sepeti itu, dimana dari hasil rapat yang di adakan di GSG Kecamatan Solear pada 27 Desember 2023 lalu, dan kami sebagai putra daerah dan aktif di kelembagaan pun tidak diundang, semestinya kami sebagai masyarakat Solear dimana ajang MTQ ke 54 Kecamatan Solear menjadi tuan rumah kami berharap juga ikut dilibatkan sebagai panitia lokal, karena ini menyangkut nama wilayah, tentunya tanggung jawab bukan di pemerintahan kecamatan Solear saja, kami sebagai masyarakat pun punya tanggung jawab juga, apalagi kami sebagai pilar ke 4 Demokrasi dimana masyarakat yang berorganisasi berbadan Hukum, itu yang kami sayangkan, terangnya.

Jangan karena alasan tahun politik sehingga berdampak pawai Ta’aruf ditiadakan, karena ini ciri khas dan sebagai tradisi.

Foto : Datok Abdul Nasir Aktivis Solear
Foto : Datok Abdul Nasir Aktivis Solear

Kita bisa menyaksikan rasa kegembiraan dan kebanggan dari masing tingkat kecamatan dalam mepertunjukan keragaman khasanah budaya, sehingga pelaksanaan MTQ ke 54 tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2024 ini. Seharusnya dengan Pawai Ta’aruf ini menjadikan dakwah islamiah semakin meriah dan semarak,” ungkapnya Datok Nasir, pada Kamis (4/1/2024).

Ajang MTQ ini bukan hanya para peserta MTQ ata kafilah saja yang merasakan kegembiraan, namun masyarakat luas pun ingin merasakan animo secara suka cita merayakan MTQ sebagai ajang tahunan, pawai ta’aruf ini sudah menjadi tradisi sebagai kearifan lokal kita sebagai identitas islamiah ditengah-tengah masyarakat, kilahnya.

“Jika informasi itu benar, lalu dimana kita mau menjadikan dan memajukan budaya, tradisi serta kearifan lokal tadi, dan jangan juga mengkambinghitamkan tahun politik, atau memang nggak punya anggaran, miris jika itu yang menjadi alasannya,” Singgung Datok Nasir.

Jadi melihat dari logo MTQ ke 54 tahun ini, juga harus disesuaikan dengan Logo MTQ Ke 54 tahun 2024 yang sudah diluncurkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang berikut dengan arti dan filosofi maknanya yang begitu luar biasa itu.

(Tim Red)

Facebook Comments