TANGERANG | derapfakta.com, Pekerjaan U-ditch yang dikerjakan oleh CV. Padi Ungu Permana di Jalan Raya Sukabakti, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Menurut pantauan tim awak media diduga proyek tersebut mengarah tidak sesuai spesifikasi, namun saat melakukan konfirmasi tim awak media mendapatkan jawaban yang kurang sedap dan berbau ancaman kepada seorang jurnalis TANGERANGNEWS.CO.ID. Rabu, 08/11/2023.

Akibat lemahnya pengawasan oleh pemerintah kecamatan Curug, diketahui proyek tersebut dikerjakan terkesan asal-asalan, seolah-olah yang penting terpasang.

Saat awak media kepada salah satu pekerja ia mengatakan bahwa tidak tahu siapa pengawasannya yang ia tahu hanya mandor saja.

“Saya tidak tahu pengawasnya siapa, soalnya saya di bawa sama mandor Udin untuk bekerja disini bang,”ucapnya.

Kendati demikian, awak media terus menggali informasi untuk mengetahui siapa pelaksanaannya.

Setelah itu awak media mengetahui siapa pelaksanaannya (A) langsung mengkonfirmasi melalui pesan singkat, akan tetapi ia malah terkesan tidak terima saat dikonfirmasi dan melontarkan bahasa yang mengarah pengancaman dan melecehkan tugas jurnalis sebagai sosial kontrol.

“Betul itu punya saya, terus ? komentar itu paling mudah, situ saya tandain ya, kaya baru aja di media. Mending situ aja jadi pemborong jangan jadi media,”ungkapnya

Lanjutnya, ia masih merasa kesal setelah di pertanyakan kembali terkait apa yang sudah di sarankan untuk memperbaiki kerjaannya.

“Saya paham situ punya tupoksi dan saya punya cara, hidup jangan terlalu kaku, di dunia tidak lama hanya mampir. Jangan bikin rumit urusan orang apalagi rumitin urusan orang, kalau sudah di respon tunggu saja nanti di informasikan, kalau mau berkawan, OKE,”tutupnya dengan sedikit mengejek.

Maka dari itu, dia seolah – olah ia merasa merasa kebal hukum sehingga tidak mengindahkan tugas seorang jurnalis yang dilindungi hukum, tugas jurnalis yang tertuang dalam undang-undang (UU) pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18, berikut bunyinya.

Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Saat berita ini diterbitkan EKBANG Kecamatan Curug dan pihak terkait belum dikonfirmasi.

(Tim_red)

Facebook Comments