Tangerang | derapfakta.com, Mendeklarasikan membentuk sebuah Kota Tangerang Tengah, dari Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul turut menanggapi soal adanya warga dari 5 kecamatan yaitu Pagedangan, Kelapa Dua, Cisauk, Legok, dan Curug yang deklarasikan hal tersebut.

Menurut Adib, Kota Tangerang Tengah memang sudah saatnya untuk dimekarkan menjadi sebuah kota mandiri, dan terpisah dari induk Kabupaten Tangerang.

“Memang sudah saatnya harus di mekarkan, alasannya biar pembangunan semakin merata bagi masyarakat,” ujarnya kepada derapfakta.com di Kelapa Dua, Rabu (24/11/2021).

Saat ini, menurut Adib, dengan perkembangan di wilayah Tangerang Tengah saat ini sudah cukup dengan visibilitas berbagai bidang, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tata kelola untuk menjadi Kotamadya.

“Saya rasa sudah cukup dengan visibilitas berbagai bidang, potensi PAD dan, tata kelolanya sudah cukup untu menjadi Kotamadya,” terangnya.

Adib menjelaskan, pemekaran Tangerang Tengah dari Kabupaten Tangerang juga sebagai langkah dalam pemerataan pembangunan, sehingga Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa konsentrasi terhadap disparitas pembangunan diwilayahnya.

“Disparitas antara Tangerang Selatan, Tangerang Tengah dengan wilayah seperti Solear, Gunung Kaler, dan lain-lain ini kan begitu tinggi. Munculnya kotamadya Tangerang Tengah akan memudahkan Kabupaten Tangerang secara induk, menekan disparitas (pembangunan, red) itu,” ungkapnya.

Adib menerangkan, sudah saatnya Provinsi Tangerang Raya bisa diwacanakan, karena sesuai aturan sebuah provinsi harus terdiri dari 5 kota kabupaten.

“Maka (Selain Tangerang Tengah, redK Tangerang Utara dengan hadirnya pengembang raksasa juga bakal mendongkrak PAD, juga bisa dikaji untuk menjadi kota kaupaten Tangerang Utara. Nah yang paling penting, pemekaran wilayah baru harus demi kemakmuran masyarakat,” paparnya.

Untuk kendala moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB), menurutnya, ini permasalahan mudah, tinggal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan pemerintah pusat mencabut aturan tersebut.

Karena, dijelaskan Adib, tidak semua daerah pemekaran baru membebani pemerintah pusat. Lanjutnya, potensi dan visibilitas Tangerang Tengah ini berbeda dengan DOB ditempat lain.

“Selain bisa mendorong pemerataan pembangunan dengan PAD nya yang tinggi, Tangerang Tengah dengan kemajuan yang pesat bisa menjadi kota satelit dengan berbasis bisnis digital. Adanya BSD yang membuat ‘silicon valley’ ala Indonesia, bisa menjadi prototypenya,” tutupnya.

(Ryan -red)

Facebook Comments