Tangerang | derapfakta.com, Terkuak dugaan pihak puskesmas Gembor Kec.Priuk Kota Tangerang mengeluarkan sertifikat Vaksin tanpa harus disuntik vaksin.

Hasil dari pengakuan narasumber yang tidak bisa disebutkan namanya, via WA mengaku kalau dirinya mendapatkan sertifikat Vaksin dari puskesmas Gembor yang dikeluarkan pada Selasa (25/8/2021).

Narasumber menerangkan, kalau surat Vaksin Shecenan Rp.50, melalui Dokter Rp.300, jelasnya

Dalam keterangan disurat Vaksin Covid-19 menerangkan jika narasumber penyuntikan baru tahap satu tgl (25/8) dan di arahkan agar satu bulan lagi untuk kembali vaksin yang ke 2.

Hal yang menjadi pertanyaan, sertifikat dikeluarkan semestinya diberikan setelah melakukan penyuntikan vaksinasi, justru pengakuan dari narasumber yang terhimpun, bisa mendapatkan surat vaksin tanpa harus suntik vaksin.

Sementara team awak Media mencoba konfirmasi kepihak Puskesamas Gembor, Kepala Puskesmas Gembor sedang Rapat dan yang menemui Mulyadi selaku TU puskesmas Gembor.

Mulyadi menerangkan jika pada tanggal 25 memang ada kegiatan Vaksinasi Tahap ke dua di GOR Purati, dan tidak ada kegiatan pelaksanaan Vaksinasi tahap pertama, jelasnya pada Rabu (26/8/2021).

Sementara pernyataan tersebut dibenar kan oleh Dr.Eva dan Dr.Evi dimana kedua dokter tersebut yang melakukan pelaksanaan Sumut vaksin tahap kedua.

Kegiatan kami kemarin melaksanakan suntik Vaksin yang kedua, dan tidak ada kegiatan suntik vaksin pertama, sepeti yang tertera dalam surat vaksin yang di pertanyakan, yakni surat vaksin pertama, terang kedua dokter tersebut.

Sementara Ahmad Suhud selaku Direktur Eksekutif LSM BP2A2N yang tergabung di ALTAR (Aliansi Lembaga swadaya masyarakat Tangerang Raya) angkat bicara, Ahmad Suhud menyampaikan adanya bila benar dugaan penerbitan Sertifikat dari pihak Puskesmas Gembor terjadi ini merupakan pelanggaran dan tindakan melawan hukum, secara regulasi penerbitan Sertifikat tersebut ada ada mekanisme nya yakni tidak melakukan suntik vaksin namun terbit sertifikat Vaksin.

Kami akan telusuri bersama Tim Investigasi soal dugaan praktek jual beli sertifikat Vaksin ini, dan kita akan meminta jadwal kunjungan kerja bertemu dengan Kepala Puskesmas Gembor, dan ungkap pelaku peraktek jual beli surat Vaksin, dimana masyarakat disuntik vaksin untuk suatu kekebalan tubuh guna menangkal virus Coronau, sementara masyarakat memilih tidak suntik vaksin hanya menginkan surat nya saja guna keperluan tertentu, hal ini salah kaprah, tutupny.

(Red)

Facebook Comments