Serang | derapfakta.com, Badai Phanfone diprediksi akan menerjang wilayah Banten, jelang malam pergantian tahun. Badai itu sebelumnya menerjang Filiphina dengan kecepatan angin mencapai 196 km dan menewaskan 16 orang.

Badai phanfone diprediksi mengakibatkan hujan deras disertai angin kencang, kilat dan petir di wilayah Banten. Badai Phanfone ini memiliki kekuatan yang lebih lemah dibandingkan badai super Haiyan. Badai Haiyan ini pernah menewaskan sekitar 7.300 orang termasuk korban hilang pada 2013.

“Hujan lebat disertai angin kencang, kilat dan petir di sebagian besar Banten, Sumatera, Jabar, Jatim, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan hingga Papua,” kata Prakirawan BMKG Serang, Trias Asmarahadi, dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Sabtu (28/12/2019).

Pihaknya pun memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang beraktifitas di pesisir Banten, akan potensi gelombang tinggi yang mencapai empat meter.

“Gelombang tinggi hingga empat meter ada di (perairan) Samudera Hindia, Selatan Jawa hingga Lombok,” terangnya.

Gelombang tinggi itu disebabkan angin dengan kecepatan mencapai 20 Knot di wilayah Indonesia bagian Utara dan 16 Knot di wilayah Selatan Indonesia. Gelombang setinggi 2,5 meter pun diprediksi akan menerjang wilayah Selat Sunda.

Guna meminimalisir terjadinya korban luka hingga korban jiwa, BMKG menghimbau agar masyarakat mengurangi aktifitas dan berhati-hari di pesisir pantai Banten.

“Wilayah terdampak gelombang tinggi yakni mencapai 2,5 meter di Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, kemudian di perairan Selatan Banten hingga Jawa barat. Dimohon kepada masyarakat yamg tinggal dan beraktifitas di pesisir sekitar wilayah berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,” jelasnya.

(HWs)

Facebook Comments