Serang | derapfakta,com, Belum usai pencarian penyelam yang hilang di perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten, sejak Minggu 03 November 2019 silam, bahkan salah satunya merupakan bos mobil Wuling. Basarnas Banten sejak semalem juga melakukan pencarian bocah hilang di Sungai Cibanten, Kota Serang, Banten.

Bocah kecil yang hanyut sejak kemarin sore, Rabu 13 November 2019, telah ditemukan mengambang dalam kondisi tertelungkup di Sungai Cibanten. Tepatnya di Kampung Pamindangan, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Banten, sekitar pukul 10.30 wib.

Korban itu bernama Mahesa, berusia 4,5 tahun. Kala itu, hujan deras disertai angin kencang turun di Kota Serang. Korban yang akan di suapi oleh neneknya, tiba-tiba keluar rumah tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Hingga Rabu sore, tidak diketahui keberadaannya. Hingga sang paman mencarinya di Sungai Cibanten dan hanya ditemukan pakaian yang berada di bantaran sungai.

“Korban di duga berenang di Sungai Cibanten. Pencarian sudah dilakukan sejak malam tadi dan baru ditemukan siang ini dalam kondisi tidak bernyawa,” kata Komandan Tim (Dantim) Basarnas Banten, Ghandi, ditemui usai melakukan pencarian di Sungai Cibanten, Kamis (14/11/2019).

Awalnya, Basarnas mendapatkan laporan dari BPBD Kota Serang mengenai adanya korban hilang di Sungai Cibanten malam tadi, sekitar pukul 19.30 wib. Kemudian dilakukan pencarian hingga pukul 22.00 wib, namun hasilnya masih nihil.

Pencarian pun dilanjutkan pagi tadi, Kamis 14 November 2019 pukul 07.30 wib dengan menyusuri Sungai Cibanten. Tim di bagi dua regu, regu pertama mengarungi dari arah hulu ke hilir. Kemudian tim kedua sebaliknya, menyusuri dari hilir ke hulu.

“Pencarian menggunakan dua perahu dan dibantu oleh BPBD, PMI, siaga bencana Persis hangga masyarakat setempat. Awalnya kami kita benda mengapung apa di sungai, saat di dekati, ternyata kepala korban. Kemudian kami bawa ke perahu dan di angkut ke daratan,” terangnya.

Pencarian sempat terkendala beberapa faktor, terutama kondisi Sungai Cibanten yang dipenuhi sampah dan berlumpur. Sehingga mesin perahu karet milik Basarnas Bangen dan BPBD Kota Serang, berkali-kali tersangkut sampah.

“Selain berlumpur, juga penuh sampah. Sehingga kami mendayung perahu untuk melanjutkan pencarian. Kami menyusuri Sungai Cibanten dan melakukan pencarian berdasarkan masukan dari warga setempat yang membantu kami juga,” jelasnya.

(Hws)

Facebook Comments