Tangerang | derapfakta.com, Seorang siswa kelas 2 SMAN 8 Tangerang, dikeluarkan dari sekolah. Rangga Septian Ajie Saputra tak bisa lagi mengikuti kegiatan belajar mengajar gara-gara berpacaran ketika pulang sekolah.

Ditemui di rumahnya, Rangga hanya bisa pasrah. Warga Perumahan Taman Adiyasa Blok J3 No.79 Desa Cikasungka Kecamatan Solear,  terancam tak bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang akan dimulai minggu depan.

Rangga juga tidak habis pikir dengan keputusan sekolah, karena ada beberapa temannya juga yang pacaran.

“Banyak teman saya juga pacaran tetapi kok tidak dipindahkan dan sampai dikelurkan oleh pihak sekolah,” keluhnya.

Ia mengaku pacaran dengan teman sekelasnya, seperti sejumlah teman lainnya. Dalam berpacaran, ia mengaku tidak sampai melakukan tindak asusila atau melakukan hal yang bukan sewajarnya.

**BACA JUGA Gara-Gara Pacaran, Pelajar SMAN 8 Kabupaten Tangerang Dipindahkan Sekolah

“Tidak pak, tidak. Saya tidak pernah melakukan tindak asusila, kalau yang di foto itu cuma menggendong, tidak lebih, dan sambil bercanda,” kata Rangga dengan suara tegas.

Sementara itu, Orang Tua Rangga Sugiyarti menjelaskan, Memang betul anak saya berpacaran dengan teman satu kelasnya yang bernama Razky Putri Baruna, tapi pacaran juga dalam hal yang normal dan tidak melanggar asusila.

“Saya pernah dipanggil oleh guru Bimbingan dan Konseling SMAN 8 Kabupaten Tangerang, untuk menandatananganni surat pengunduran diri anak saya Rangga, karena sudah melanggar dan membuat kesalahan yang patal, sehingga membuat nama sekolah tercoreng,” ucapnya.

Tapi, setelah saya melihat bukti yang ditunjukan oleh pihak sekolah hanya menunjukan foto Rangga sedang duduk berdua dengan Razky, dan foto Rangga sedang menggendong Razky. Tidak ada bukti yang jelas seperti Video, hanya foto saja. Bilamana anak saya berbuat asusila.

“Harusnya pihak sekolah sebagai orang tua kedua bagi siswa dan siswi bisa mendidik dan mengarahkan siswa dan siswi ke jalan yang baik dan benar, bukan mengambil tindakan seperti ini, patut disayangkan, karena harusnya kalau anak berbuat salah guru harus bisa mendidik ke jalan yang baik dan benar,” paparnya.

Menurut pihak sekolah, Rangga terpaksa dikeluarkan karena sudah 3 kali mendapat teguran dari guru bimbingan dan konseling agar tidak berpacaran. Tapi aturan itu tetap saja dilanggar.

“Kami dari pihak sekolah pun, melakukan berbagai macam bimbingan. Dari bimbingan itu ada pemanggilan wali murid dan sebagainya. Bahkan terakhir ada surat perjanjian dan orangtua pun menyetujui disaksikan langsung oleh orang tua rangga,” jelas Guru Bimbingan dan Konseling Nana, Senin, (29/4/2019).

Tapi pihak sekolah bergeming. Mereka tidak memberi kesempatan karena Rangga melakukan pelanggaran dengan kategori berat yaitu melanggar kode etik lembaga sekolah.

“Jalan terbaik untuk Rangga agar masih bisa sekolah, kami buatkan surat pindah ke SMA Nurul Huda Cisoka dan Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Pihak SMAN 8 Kabupaten Tangerang, agar Rangga bisa melanjutkan sekolah disana,” katanya.

( A.Nuri )

Facebook Comments