Tangerang| derapfakta.com, Tidak bisa dihindari Kecelakaan terjadi ketika pengdara roda dua dengan berboncengan terperosok kedalam kendaraan truk tanah, kecelakaan terjadi wilayah dadap tepatnya di jalan prancis depan duta bandara permai sekitar pukul 16.30 wib 13/04/2019.

Dalam kecelakaan tersebut satu orang tak sadarkan diri dan satu orang meninggal dunia, korban yang meninggal diketahui bernama Alam (17) warga sepatan dan Ali matyani (18) warga sarakan dadap tidak sadarkan diri.

Menurut saksi mata Jandri mengatakan, kejadian terjadi pukul 16 WIB berawal saat truk tanah melintas dengan tujuan ke dadap, korban dengan mengendarai sepeda motor berusaha melewati truk tapi naas motor korban oleng masuk ke kolong truk.

Melihat kejadian tersebut, kendaraan serta supir truk nyaris jadi luapan emosi warga, beruntung ada aparat kepolisian segera datang dan mengamankan truk serta sopir.

Kedua korban langsung evakuasi di bawa ke rumah sakit umum daerah kabupaten tangerang untuk mendapatkan perawatan dan visum.

Selama ini masyarakat geram terhadap truk-truk pengalir tanah yang beroprasi disinag hari, padahal kini sudah di tetapkan Perbup 47 tentang batasan jam operasional kendaraan berat pengangkut barang Galian C.

Dan bisa di rasakan dampak dari kebandelan para supir truk tersebut, mengakibatkan kecelakaan hingga tewas, ucap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara sejak insiden tersebut, Saat di konfirmasi via WA, Drs.H.Bambang Mardi selaku kepala dinas Perhubungan kabupaten Tangerang menyebutkan, memang peristiwa-peristiwa Lakalantas di dua lokasi tersebut akibat membandel nya dan pelanggaran truk tambang bersumbu 3 tersebut yang sudah dilarang beroperasi pukul 05.00-22.00 dan sejak tahun 2018 terhitung sudah 27 korban jiwa.

Kami sudah ingatkan para transforter dan daerah tujuan seperti PIK2 di kosambi agar mematuhi Perbup 47 dalam pembangunan nya karena selain melanggar jam operasi, juga melanggar lingkungan hidup, ketika mengurug bentangan seharusnya dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan, tidak mengurug besar-besaran.

Dan langkah Dishub selanjut nya akan terus lakukan pembinaan, sosialiasasi serta penindakan secara tagas bersama aparat kepolisian terhadp para pelanggar lalulintas dan pelanggar perbup 47, dan jika masih membandel dan selama galiannya berada di wilayah Kab. Tangerang kami yakin secara bertahap akan di tutup semua, karena seluruh galian tanah yang berlokasi di Kab.Tangerang tidak memiliki perizinan dari Instansi yang berwenang yaitu Dinas ESDM Propinsi Banten, tutup nya.

(Ans)

Facebook Comments