Tangerang | derapfakta.com, Di dalam perkembangan teknologi digital saat ini sangat besar sekali pengaruhnya dalam memberikan informasi publik, kerap sekali terjadi dengan adanya kabar atau berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya, hal tersebut berdampak bisa memperpecah belah kesatuan dan persatuan masyarakat Indonesia.

Bersama Arus Informasi Santri Banten (AIS Banten) dengan komunitas santri di Banten, mendekalarasikan dan melakukan sosialisasi terkait penangulangan berita HOAX, kegiatan tersebut dilaksanakan Pada Minggu (24/3/2019) di gedung sekolah MTs,Karya Bagsa di Jl.Sikluk Jombang, Jeungjing Kec.Cisoka Kab.Tangerag. **BACA JUGA Menelan Anggaran 2 M Lebih, Proyek Pengaspalan Jalan Desa Seuneubok Baroe di Duga Sarat Korupsi

Dari 400 orang yang hadir dari para satri, Ulama, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat Ds.Jeungjing, Kp.Situ, Kp.Nympok dan Kp.Kecok, dalam kegiatan tersebut, AIS Baten mesosialisasikan bagaimana masyarakat baik para santri dan lainya agar tidak tervoprokasi oleh berita yang belum tentu kebenarannya.

Terlebih dengan lebih mengenal sistem ITE dapat mengembangkan kemapuan atau pengetahuan melalui informasi via digital secara benar dan bermanfaat, bersama AIS juga sabagai wadah memerangi redikalisme dan melawan berita HOAX.

“Seperti yang diungkapkan oleh Gus Hubab Nafi Numan selaku pembia AIS Banten, Kegiatan gaji medos mendalami strategi dalam penyampaian berita HOAX yang tidak bertanggung jawab, bersama AIS Banten guna mengcunter berita HOAX, mekanisme disetiap berita kita ada Tim Siber, kita pantau dimana berita yang tidak layak yang sifatnya memperpecah belah kita akan Cunter dan kita klarifikasi secara baik dan benar, jika berita HOAX dikomsumsi pada santri dan masyarakat akan merusak kerukunan bangsa ini, ucapnya.

Sedangkan “Ferdiansyah Irawan selaku Koordinator daerah AIS-Banten menjelaskan, AIS Banten mempunyai 4 Devisi, salahsatunya Devisi Siber, fugsi tehniknya untuk memantau akun-akun yang suka melakukan berita HOAX yang mengandung ujaran kebencian, berita HOAX tersebut kami filter mana berita benar dan bohong, dan kita buat beberapa akun untuk melakukan penjelasan kepada masyarakat luas, khususnya dikalangan santri agar santri dan masyarakat luas tidak terkena berita HOAX dimana yang saat ini sangat siknifikan, ucap Ferdiansyah.

“Tehnik mengcunter kita bandingkan dari beberapa data, kita adukan dengan berita yang akurat kemudian dimusyawarah dari beberapa devisi, konten, dsign dan devisi siber, dan diklarifikasi melalui beberapa akun agar informasi yang meresahakn, ungkapnya.

Ferdiansyah berharap, untuk seluruh kalangan santri di Banten dan Nusantara, mari kita jaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indoesia angan sampai kita terpecah belah gara-gara berita Hoax dan ujaran kebencian yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan, pungkasnya.

**BACA JUGA Satuan Jajaran Kodim 0602/Serang, Sosilisasikan Penyuluhan Anti Narkoba

Sementara, ustd.Hendi dan Ustd.Mudili selaku pelaksana kegiatan menambahkan, dengan hadirya AIS-Banten di Kab.Tangerang ini sangat bermanfaat sekali, dengan mesosialisakan kehadiran AIS-Banten dengan ngaji MEDSOS, dapat diterima secara baik dengan mengenal tehnologi digital bisa membangun potensi para ulama dan para santri, jadi kita bisa berdakwah dan bisa memberikan infromasi keagamaan.

Dan degan AIS Baten ini kita bisa megedukasikan infrmasi yang baik, yang tidak HOAX apa lagi ujaran kebencia dan redikalisme, tutupnya.

[Wiji]

Facebook Comments