Pringsewu | derapfakta.com, Jembatan gantung penghubung dua kecamatan di Kabupaten Pringsewu nyaris memakan korban, Sabtu (9/3/2019) pukul 18.00 WIB.

Pasalnya, bagian kayu penopang jembatan di Pringsewu itu sudah lapuk sehingga amblas ketika dilintasi pengendara.

Jembatan itu merupakan alternatif terdekat penghubung antara Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo dengan Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu.

Dedi Eko Cahyono warga Pekon Pandansari Selatan, Kecamatan Sukoharjo membagikan pengalamannya ke laman group Facebook Pringsewu Community ketika melintasi jembatan tersebut.

Begini Curhat Akun Facebook Dedi Azka Saat Selamat Dari Maut”

KEJADIAN DI JEMBATAN SASAK PANGGUNGREJO
Panggungrejo, 18.00, 09 Maret 2019
Alhamdulillah Segala puji bagi Allah SWT….. Atas pertolongannya saya Dedi Eko Cahyono, warga Pekon Pandansari Selatan selamat dari bahaya, dimana seperti hari-hari biasa saya menyeberangi kali sekampuh melalui jembatan sasak panggungrejo yang menghubungkan dua kecamatan antara sukoharjo dan gadingrejo.

Di bawah guyuran hujan rintik, setelah mencapai sepertiga jembatan tiba-tiba amblas, dikarenakan ada bagian kayu penopang yang sudah lapuk, yang membuat saya harus terjerembab dan terjepit antara motor yang saya kendarai dan bagian tepi sebelah timur, cukup lama saya berjuang sendirian tanpa ada satupun orang disekitar yang dapat menolong (sepi) untuk melepaskan diri dari jepitan namun bersyukur akhirnya saya dapat melepaskan diri.

Seketika itu juga saya bergegas menepi untuk meminta pertolongan kerumah terdekat, dan tidak lama orang-orang sekitar bersama penyebrang membantu melepaskan motor saya, baru kemudian memperbaiki jembatan tersebut.

Sekitar 30 menit kami (penyebrang) menunggu upaya perbaikan bagian jembatan yang amblas tadi dengan bahan-bahan seadanya.

Dan akhirnya kamipun dapat dengan selamat menyebrangi jembatan sasak. Saya hanya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi terhadap penyebrang yang tepat di belakang saya, saya tidak sempat berkenalan tapi yang jelas mereka adalah sepasang suami istri dengan menggendong bayi kecil dan mengendarai sepeda motor honda beat tujuan mau ke MBUL GADING PESAWARAN, semoga jika membaca postingan ini bisa ikut berkomentar di bawah termasuk para penyebrang-penyebrang lain yang lewat.

Hanya barang kali jika itu terjadi maka akan berbeda ceritanya, silahkan teruskan dan bayangkan sendiri apa yang akan terjadi.


Maka dalam kesempatan ini melalui tulisan ini saya menghimbau, berharap dengan sangat kepada pihak-pihak terkait Pemerintah Kab. Pringsewu, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat bapak Bupati, Bapak Gubernur dan bapak Presiden, dimohonkan agar jembatan sasak panggungrejo ini bisa menjadi prioritas utama untuk segera dibangun dan dipermanenkan.
Apakah harus menunggu ada korban dulu baru anda-anda, bapak-bapak yang terhormat akan bertindak….????!!!!.

Cukup, Cukup saya yang merasakan harus terjepit dan tertindih motor dibawah guyuran hujan dan gelapnya malam???? Seandainya itu tadi yang lewat adalah bapak dan ibu yang sedang menggendong bayi, tentu akan lain ceritanya…. Hari-hari ini pringsewu sedang #VIRAL (dalam tanda kutip) dengan berbagai kejadian, semoga cerita yang saya ketengahkan tidak menjadi menambah cerita #VIRAL berikutnya.

Foto di bawah ini adalah foto REAL tidak diada-adakan sebagai gambaran, betapa bahaya yang saya alami ini bisa saja terulang kepada orang lain. Demikian semoga tulisan ini bisa sampai dan dibaca kepada para pemangku kepentingan dan kebijakan.

TOP Kecelakaan karena infrastuktur yang sudah lapuk dimakan usia. Segera lakukan percepatan pembangunan Jembatan Yang permanen.

[Red]



Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Terjepit di Jembatan Gantung Seorang Diri, Pria Asal Pringsewu Curhat Lolos dari Maut, http://lampung.tribunnews.com/2019/03/10/terjepit-di-jembatan-gantung-seorang-diri-pria-asal-pringsewu-curhat-lolos-dari-maut?page=2.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: wakos reza gautama

Facebook Comments