Tangerang – derapfakta.com, Keributan kembali terjadi antara Masyarakat dan para supir truk armada pengangkut tanah, kali ini terjadi di desa munjul kecamatan solear, jumat malam ( 21/12/2018 ).
Kejadian ini berawal dari para supir truk pengangkut tanah yang memulai start pengangkutan tanah pukul 19.00 wib, hal tersebut dianggap melanggar aturan jam opersional yang telah di tentukan melalui perbup no 47 tahun 2018, yaitu tentang pengaturan jam operasional armada truk dari golongan I sampai dengan golongan V, dari jam 22.00 wib sampai dengan jam 05.00 wib.

Masyarakat desa munjul yang merasa perbup no 47 tahun yang sudah di sosialisasikan ini di anggap tidak ada atau di sepelekan oleh para supir truk , langsung menghadang truk truk yang melintas dari arah desa bantar panjang , karena untuk menghindari kemacetan di jalan tersebut maka truk truk tersebut di arahkan untuk masuk ke lapangan sepakbola desa munjul.

Hampir saja terjadi perkelahian antara masyarakat dan supir truk, untungnya Muspika setempat datang dan membawa masyarakat dan perwakilan supir truk untuk berunding di kantor desa munjul kecamatan solear.

Kepala desa munjul, Anih, yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, ” warga saya merasa terganggu dengan adanya armada truk pengangkut tanah yang tidak mematuhi aturan perbup no 47 tahun 2018, makanya warga saya menghadang armada truk tersebut, ada sekitar 40 unit truk yang di tahan warga, karena mereka sudah start jam 19.00 wib, sementara dalam perbup tersebut harusnya jam 22.00 wib, saya harap setelah surat pernyataan yang dibuat para supir tidak akan ada lagi hal yang demikian terjadi lagi, ” jelasnya.

Sementara itu anggota polsek cisoka yang juga menjadi binamas desa munjul, Darsimin, menjelaskan, ” kami mendapatkan laporan dari warga desa munjul bahwa adanya penghadangan terhadap truk pengangkut tanah yang melintas dari arah desa bantar panjang melewati desa munjul, para supir truk tidak mematuhi aturan yang tertera di dalam perbup no 47 tahun 2018, mereka memulai pukul 19.00 wib, itulah yang membuat warga marah, alhamdulillah selesai setelah adanya surat pernyataan yang di buat oleh para pengurus armada ataupun supir truk, didalam surat pernyataan tersebut ada 4 point yang harus dipatuhi, ” tegasnya.

Adapun isi daripada surat pernyataan yang di tandatangani para pengurus truk ataupun supir truk dan kepala desa munjul serta Binamas desa munjul, antara lain;

  1. Kegiatan armada dilaksanakan sesuai ketentuan yang tercantum pada perbup no 47 tahun 2018 tentang ketentuan waktu operasional mobil dari golingan I sampai dengan golongan V pada jam 22.00 wib sampai dengan jam 05.00 wib.
  2. Kemudian apabila kegiatan tersebut tidak ditaati atau tidak dilaksanakan sesuai dengan perbup no 47 tahun 2018 tersebut maka kami selaku pengusaha, pengelola dan koordinator lapangan armada siap menerima sanksi dari pihak pihak terkait dalam hal ini kepolisian, satpol pp dan dinas perhubungan.
  3. Bilamana pengusaha , pengelola galian ataupun korlap melanggar pernyataan tersebut diatas maka kami siap menerima sanksi hukum yang sesuai dengan undang undang yang berlaku di Negara kesatuan republik indonesia.
  4. Dan apabila perbup no 47 tahun 2018 tidak dilaksanakan maka warga desa munjul akan menutup akses jalan yang berada di desa munjul. ( yr )
Facebook Comments