Tangerang Kotaderapfakta.com, Kasus yang terjadi dari ke empat pelaku yang telah melakukan percobaan pemerasan di wilayah sekitar pom bensin Duta Garden Jurumudi Benda Kota Tangerang pada 12 November 2018 lalu sekitar pukul 4:00 dini hari, sedangkan diketahui korban pemerasan sendiri sebagai pekerja supir Expedisi.

Ke empat kawanan pelaku perampasan tersebut berinisial AH (22), SR (22), R (18), MHN (18) warga Belendung, yang telah merampas Handphone milik korban, namun setelah pihak korban melapor ke Polsek Benda, terjadilah penangkapan ke empat pelaku tersebut dan berujung perdamaian secara kekeluargaan dengan membuat surat kesepakatan bersama dan menggantikan Handphone milik korban.

Namun kasus tersebut masih berlanjut, dari pihak Polsek Benda ke empat pelaku tersebut di titipakan ke Rutan Pemuda 2A Tangerang Kota, Hal tersebut yang membuat “Fredi Moses Ulemulem.SH ‘sebagai kuasa hukum dari LMR-RI (Lembaga Misi Reclasseering – Republik Indonesia ) angkat bicara dan menyayangkan atas apa yang dilakukan oleh pihak Polsek Benda yang telah memindahkan kliennya ke Lapas Pemuda 2A Tangerang Kota, saat di temui awak media usai dari Rutan Lapas Pemuda 2A Tangerang Kota pada Senin (4/12/2018).

Kuasa Hukum “Fredi dan rekanan memaparkan, kami mendapatkan laporan dari keluarga korban, bahwa setelah dipindahkan dari Polsek Benda ke Lapas, dari pihak penghuni lapas telah meminta sejumlah Uang kepada klien kami bekisaran  dari Rp.700 Ribu hingga 3 juta, dan pelaku yang memnita uang tersebut mengaku sebagai Palkam bernama Heru Black.

“Heru Black sendiri diketahui adalah penghuni lapas, namun bisa begitu mudahnya bisa berinteraksi berkomunikasi di luar lapas, dan saya duga ini adalah suatu kerjasama dengan petugas lapas untuk melakukan pungutan di setiap warga tahanan baru, Karena merasa di intimidasi dan takut keluarganya di apa-apain dalam Lapas, sehingga keluarga korban sudah mentransfer sejumalah uang dan bukti transfer nya ada, ucap Fredi.

Saksikan Visualnya…..Lipt DERAP Tv

Modusnya Palkam tersebut menghubungi korban Via WhatsApp, Dengan bukti bukti yang ada, dan hal ini akan kami tetap usut jika fakta yang terjadi di dalam Rutan Lapas Pemuda 2A Tangerang Kota yang terjadi dugaan kerjasama petugas Lapas dengan napi yang melakukan pungutan liar kepada warga baru penghuni lapas.

Tindakan selanjutnya kami akan berkerja sama dengan pihak kementrian langsung akan menyikapi hal tersebut, karena yang kami garis bawahi Palkam itu kan penghuni Lapas, kenapa ada kebebasan seperti itu dengan bisa berinteraksi ke dunia luar Lapas.

Untuk klien kami, kami sebagai kuasa Hukumnya akan mencoba lakukan penangguhan kepada pihak Polsek Benda, dan kasus ini sudah klier kok, karena sudah ada pernyataan perjanjian damai secara kekeluargaan, karena tidak ada alsan kuat dipindahkannya klien kami ke Rutan, ini kasus kenakalan remaja dan sudah ada jalan damai secara kekeluargaan, pungkasnya.(Red)

Facebook Comments