Tangerangderapfakta.com, Bidang pendaftaran penduduk ( Dafduk ) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Tangerang belakangan mendapatkan sorotan yang tajam baik dari masyarakat maupun dari penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ). Hal ini dikarenakan seringnya para petugas pendaftaran penduduk mengatakan bahwa Blanko e-KTP habis, Ribbon atau Tinta cetak habis, ataupun seringnya mengatakan bahwa jaringan sedang Offline dan alasan lainnya sehingga banyak masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut.

Lembaga Swadaya Masyarakat Banten Corupption Watch ( LSM BCW ), salah satu LSM yang merespon situasi yang sedang terjadi di Disdukcapil, terkait banyaknya laporan dari masyarakat tentang e-KTP mereka yang tidak pernah selesai bahkan ada yang dari tahun 2016. LSM BCW telah mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada Disdukcapil, BKD bahkan sampai kepada Bupati Tangerang, dengan nomor surat 008/DPP-BCW/X/2018.

Surat yang dilayangkan tersebut terkait seringnya kehabisan Blanko e-KTP, seringnya habis Ribbon atau Tinta serta seringnya jaringan server Offline serta pelayanan pendaftaran penduduk yang mengabaikan Standart pelayanan minimal atau tidak sesuai dengan SOP yang di tentukan serta adanya orang orang tertentu selain pegawai Disdukcapil keluar atau masuk ruangan khusus pegawai dengan leluasanya.

Ketua LSM BCW, Ana Triana SH, mengatakan,” Tentang adanya Blanko e-KTP yang sering habis, Ribbon yang habis dan jaringan server yang sering Offline serta semrawutnya di ruang pelayanan adalah persoalan yang sudah cukup lama, pertanyaannya adalah Sampai kapan persoalan tersebut akan berakhir???, Kami menilai pihak terkait tidak berdaya dan pasrah menghadapi persoalan tersebut, setelah kami berkirim surat ini kami berharap para petinggi di Disdukcapil kabupaten Tangerang dapat segera mengatasinya dan menindaklanjutinya, karena sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia , Joko Widodo, untuk memberikan prioritas pada upaya reformasi sektor perizinan dan sektor pelayanan sebagai upaya pencegahan tindak pidananya korupsi,” tegas Ketua LSM BCW dengan nada geramnya.

Sementara itu Kepala Disdukcapil kabupaten Tangerang, Syafrudin, mengatakan,” memang benar akhir akhir ini pencetakan e-KTP tersendat sendat dikarenakan Blanko habis, kami sudah ajukan kepada Ditjen, kami dalam satu hari bisa mencetak 400 e-KTP dengan 3 mesin pencetakan yang tersedia,” jelasnya, Kemudian Syafrudin juga mengakui, ” Benar , kalau di dinas yang di pimpinnya tidak memenuhi Standar pelayanan atau tidak mengikuti SOP yang ada, karena banyaknya orang yang masuk atau lalu lalang di ruang pelayanan yang seharusnya steril dari orang luar manapun, saya lagi mencari solusinya,” tambahnya lagi.

Situasi seperti inipun tidak terlepas dari keluhan masyarakat, seperti yang dialami Agnes warga dari kecamatan Cisauk yang sering bolak balik ke Disdukcapil tapi e-KTP nya tak kunjung selesai, Agnes, mengatakan,” pelayanan seperti ini sama juga seperti mempermainkan kami sebagai masyarakat bawah, kami sudah rugi waktu dan materi, memang ke sini ga pakai ongkos mas, belum lagi harus izin dari perusahaan, capek mas, masa dari tahun 2016 e-KTP saya ga jadi jadi, masa iya pegangan saya hanya surat keterangan ini, setiap datang hanya di perpanjang dan diperpanjang masa berlaku Surat keterangannya, apa bedanya ya saya dengan yang lainnya, apa mungkin karena saya ga kasih uang kali yaaaa, tolong sampaikan mas keluhan kami ini,” keluh gadis yang merasa kesal ini. [Red]

Facebook Comments