Cilegonderapfakta.com, Seorang warga membeberkan permasalahan tanahnya yang diduga diserobot oleh salah satu anggota dewan kota cilegon, tanah yang berlokasi di lingkungan Serdag Kelurahan Kotabumi Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon sampai kini masih menjadi polemik kedua belah pihak.

Pasalnya hak bidang tanah warga yang diklaim oleh salah satu Dewan Kota Cilegon berinisial (R) yang telah mangakui tanah tersebut, dan hal itu terjadi sejak tahun 2006 sampai saat ini.

Hasil dari pantauan Derap fakta, banyak kejanggalan yang terjadi dalam persoalan tanah tersebut, Disebutkan oleh warga yang akrab di panggil ‘Emak’ adalah salah satu pemegang hak waris tetap, mengatakan tanah miliknya telah dimanipulasi data oleh anggota dewan Kota Cilegon oleh “R” baik kepemilikannya, bahkan (R) sempat fisik tanah tersebut untuk dijadikan agunan kepada salah satu Bank, ungkapnya.

Foto: Emak
Foto: Emak

“Ini tanah orang tua kami dan tidak pernah menjual kepada siapaun atau di agunkan kepihak mana pun, tetapi kenapa dia bisa mengakuinya bahkan dijadikan jaminan di Bank, salah satu diantaranya Bank di daerah Jawa Barat pada 2007 dan Bank yang ada di Kota Cilegon, saya duga dia membuat sertifikat palsu karena nomer persilnya berbeda dengan persil tanah kami, kan jelas berbeda persil kenapa dia punya persil tetapi mengapa fisiknya tanah kami yang diakui, ko bisa dia ngaku ini tanahnya,” ucap Emak (11/9/18)

Dikatakan pula oleh Emak kejadian ini sepertinya telah direncakan sejak dulu, semenjak orang tuanya (R) menjabat Kepala Desa selama 3 periode, orang tua (R) yang berinisial (H) diduga telah menghilangkan data tanah kami di Kelurahan dan Kecamatan.

Dengan wajah sedikit kesal, “Saya orang bodoh tapi saya tahu aturan, kenapa data dan file tanah kami bisa tidak ada dikelurahan dan kecamatan sedangkan di BPN masih ada, kalau tidak ada permainan hal ini tidak mungkin terjadi, kami masih punya arsip yang asli riwayat tanah keluarga dan tidak pernah kami jual kesiapapun” tegas Emak.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk mendapatkan kejelasan pengakuan sepihak dari (R), kasusnyapun mendapat perhatian dari salah satu Advocat BAJA & Partner, yang akan membantu menyelasaikannya.

Foto : Jamhari Memperlihatkan Datanya Tanah Miliknya
Foto : Jamhari Memperlihatkan Datanya Tanah Miliknya

Dikatakan oleh Banjir Supriyatno.SH dari Advocat BAJA & Partner kepada derapfakta.com, Melalui hubungan telepon bahwa pihaknya baru mendapat mandat dan dalam proses pematangan, saat ini dalam kajian baik dari data kepemilikan hak ahli waris yang telah kami rangkum terkait lahan milik “emak dan abah Jamhari warga di Kp.Serdag Ds.Kotabumi Kec.Purwakarta Cilegon.

“Kami sudah dapat kuasa dari klien kami dan sekarang dalam proses pengumpulan data, intinya kami dan team sangat prihatin kepada klien kami dan kami akan jalankan sesuai dengan roul kami sebagai kuasa hukumnya, nanti kalau ada perkembangan kami akan informasikan.” sautnya.

Sementara (R) yang kami coba di konfirmasi Via WA oleh (Df) enggan memberikan penjelasan dan anggota dewan tersebut mengintruksikan untuk tidak mempublikasikan prihal ini.(Red)

Facebook Comments