Derap fakta – Serang Kota, Bertajuk “Solahturahmi Dan Halal Bihalal Urang Banten tempatnya dilantai II Ballroom Hotel Ledian Jl. Jendral Sudirman Kota Serang telah dilaksanakan kegiatan Silahturahmi dan Halal Bihalal “Urang Banten” “Kabula-Kabale-Kabalandongan” yang di hadiri lk 200 orang sebagai penanggung jawab Sdr. Embay Mulya Sarif (Tokoh Banten) Pada hari Sabtu tgl 21 Juli 2018, Pukul 10.30 s.d 13.00 Wib.

Hadir dalam giat tersebut diantaranya, Prof. Dr. KH. Maruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof.Dr. H. Wahidin Halim.,Msi. (Gubernur Banten), Asep Rohmatulloh (Ketua DPRD Prov. Banten), Kombes Pol Wirdo Nefisco, S.IK., Msi (Dir Intelkam Polda Banten), Laksamana Pertama TNI (Purn) Ir.H.Eden Gunawan.,MM,.IPM,.ASEAN-Eng (Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Wil Banten/Mewakili Urang Banten Penyampaian Pokok Fikiran), Kombes Pol Rudi Harianto (Dir Binmas Polda Banten), AKBP Komarudin (Kapolres Serang Kota),  Embay Mulya Sarif (Tokoh Banten), Aeng Haerudin (Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat), Kasfudin Noor (Tokoh Banten), Drs. Ahmad Taufik Nuriman (Tomas), Irjen Pol (Purn) H.Taufik Ruqky (Mantan Ketua KPK), H.TB. Farich Nachril (Tokoh Banten), H. Wahyu Djahidi (Ketua Ormas PP), Prof. H. Hariri Hadi (Tokoh Banten), Ayiep Muflich (Tokoh Banten).

Dalam Sambutan yang disampaikan oleh “Irjen Pol (Purn) H.Taufik Ruqky (Mantan Ketua KPK) menyampaikan “Saya sangat menyambut gembira Kegiatan ini dimana ada suatu Admosfir udara segar yang saya hirup dalam membentuk Prov.Banten, dimana pembentukan Prov.Banten ini kita lakukan dengan berbagai macam cara sejak dimulai Tahun 1962, dan sejak itu kita berkumpul bersama sama untuk merumuskan bagaimana caranya Prov.Banten harus jadi.tidak ada membenda bedakan antara Orang Serang, Lebak, Tangerang atau Cilegon,namun kita tetap satu dari berbagai Golongan.

Dalam melaksanakan pekerjaan atau Profesi kita haruslah Profesional jangan melupakan kekeluargaan orang kita Banten, harus jalin Persaudaraan dan selalu bergaul, Haruslah kita lupakan Politik Aliran atau dari mana mana, karena kita merukan Rakyat RI, jangan kita hilangkan Kebantenan dari sejarah Republik Indonesia ini.mari kita timbulkan Spirit untuk membangun Banten Kedepannya.

Sambutan selanjutnya “Prof. Dr. KH. Maruf Amin (Ketua MUI Pusat) Menyampaikan dan merasa yakin bahwa potensi Banten kuat mulai dari, Ulama, Tokoh, Jawara dan Masyarakat nya, dimana mana tokoh tokoh kita sangat terkenal sampai ke Mesir sana, Banten memiliki Potensi yang sangat Besar, berlawanan dengan Belanda Banten membuat Belanda itu tidak Tenang, ada Tokoh kita yang dulu yaitu Syech Abdul Karim yang mengatakan pada saat itu yang berada di Arab mengatakan saya tidak akan kembali ke Indonesia kalau Indonesia bebas dari penjajahan Belanda.

Penyakit Banten itu cuma satu yaitu kurang besar untuk itu mari dengan acara ini kita membangun Banten dengan Silahturahmi dengan menyambung kembali kita yang saudara satu kandung, umat Islam merupakan saudara satu kandung mari kita jalin lagi kembali hubungan itu sesama Islam apalagi sesama Banten.

Adapun yang bergejolak dan seringnya berbeda pendapat di bangsa ini karena adanya perbedaan pemikiran yaitu Ada yang Ingin Negara ini menjadi Negara kebangsaan dan Negara Islam, Namun itu sudah di Rancang dengan Kesepakatan bersama dari berbagai Suku, Agama dan Ras yang ada di Indonesia dalam suatu Rumusan yaitu Pancasila dimana Butir Butir Pancasila itu telah tertuang Tentang Kebangsaan dan Ketuhanan karena itulah membuat kita menjadi Bangsa yang besar. untuk itu mari kita jaga kesepakatan itu dengan menjalin silahturahmi dalam Acara Halal Bihalal hari ini.

Banten itu sangat kurang inovatif dalam membangun Banten untuk itu perbaikan yang harus kita lakukan adalah pembangunan yang berkelanjutan dengan lebih baik (Continuous Infropment) baik di bidang Ekonomi,Pelayanan Kesehatan, Pendidikan serta Mensejahterakan Rakyat dengan memberantas Kemiskinan.

Apabila kita melihat Orang Muslim memiliki kekurangan mulai dari Kurangnya Makan, Asupan Gizi dan Pakaian, Kita Sesama Umat Muslim kita semua berdosa, Mari kita sama sama untuk membangun Banten dengan memberantas itu dengan Pemberdayaan Ekonomi di  Banten,Jangan Kita mengharapkan Konglomerat, Saya sudah Sampaikan Ke Presiden RI untuk Pendistribusian Lahan Lahan Kepada Pesantren Pesantren untuk diberdayakan, dan sekarang sudah di proses dengan Re Retrebusi Lahannya serta sudah saya Sampaikan Ke Presiden RI untuk Kemintraan Kyai dalam Membangun Prekonomian di Banten, dimana para Kyai Bermitra dengan Konglomerat.

Saya sudah mulai dengan Membangun Pesantren yang ada di Tanara, Dimana saya ikut dalam Membangun perekonomian serta Pendidikan untuk melahirkan Orang orang yang mengerti benar tentang Agama Islam dan Ahli Fiqih, agar Banten dapat dikelolah oleh orang orang Banten yang dapat mensejahterakan Orang orang Banten serta menjaga Umat dari  Faham faham yang memyimpang yang dapat memecah belah NKRI ini dari Islam serta memperbaiki citra kita sebagai umat Islam yang sejahtera dan Islamiah.

“Pemberian Materi Tentang Peran Urang Banten Dalam Memberdayaan Potensi Ekonomi Banten Untuk Kesejahteraan Masyarakat Banten Oleh Laksamana Pertama TNI (Purn) Ir. H. Eden Gunawan., MM,. IPM,. ASEAN-Eng dalam sambutannya menyampaikan antara lain :

Provinsi Banten merupakan Provinsi pemekaran dari Jawa Barat yang sudah berusia 19 tahun. Jika dibandingkan dengan daerah pemekaran yang lain sejak tahun 1999 maka Banten termasuk yang lambat perkembangannya. Lambatnya pembangunan tidak sebanding dengan potensi alam yang tersedia dan industri yang cukup besar yang sudah berkembang di Banten.

Disamping itu masih ada potensi lain yang belum diberdayakan diantaranya potensi kelautan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan kesempatan berusaha yang belum berpihak kepada masyarakat disekitarnya, potensi pertambangan yang tidak ramah lingkungan, hasil pertanian dan perkebunan dan industri yang tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Banten.

Disiapkan menghadapi persaingan baik sekala Lokal, Regional, Nasional bahkan Global seperti MEA. Pertumbuhan ekonomi justru semakin mempelebar jarak GINI indeks dan menjauhkan sikaya dan simiskin Hal ini dapat dilihat dari pembangunan yang tidak merata antara utara dan selatan, atau barat dan timur, masih ditemukannya masyarakat yang tinggal ditempat tidak semestinya, masih adanya anak dengan gizi buruk dan penyakit karena kondisi ekonomi yang lemah.

Paper ini akan membahas tentang Rekonsiliasi, Reposisi, Re-Orientasi pendidikan di Banten, Sebagai mana dimaksud Rekonsiliasi berarti kita kembali bersatu setelah sekian lama banyak perbedaan karena pilkada untuk membangun Banten lebih baik., Reposisi berarti kita kembali ke awal sehingga kita tahu dari titik mana kita mulai memperbaiki Banten, selanjutnya Re-Orientasi pendidikan dimaksudkan melakukan evaluasi pendidikan kita apakah sudah sesuai dengan tujuan sistem pendidikan kita dan pembiayaannya.

Apakah pendidikan kita sudah terjadi Link and Macth dengan dunia usaha dan kebutuhan pemerintah yang diharapkan dan upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah. Sehingga judul paper ini menjadi, “Peran Urang Banten Dalam Memberdayaan Potensi Ekonomi Banten Untuk Kesejahteraan Masyarakat Banten.

Adapun Materi yang disampaikan meliputi mulai dari Kondisi Pertumbuhan Ekonomi Banten Cukup Signifikan, Pelaksanaan Otonomi di Daerah Banten belum berhasil, Image Jawara “Banten”, Perkembangan Lingkungan Strategis Banten mulai dari Image orang Banten, Peluang dan Kendala, Instrumen Input yang mencakup UU9/2015 tentang Otoda, UU20/2003 tentang Sisdiknas, tentang UU PMA, PMDN,dan CSR, UU Profesi (Ulama, Dokter, Insinyur, Advokat, Notaris, Arsitek dll, Teori SOM (Subject, Object, Methode.

Sampai dengan Kondisi yang diharapkan Sehingga Kondisi Pertumbuhan Ekonomi dan pelaksanaan Otoda di Banten harus diikuti oleh kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, Keberpihakan kepada masyarakat dengan Cara merekrut SDM Lokal Secara Proporsional, Image Jawara “Milenial”, Output dan Outcame yang di harapkan masyarakat Sejahtera (jangka pendek), Banten Bermartabat (Jangka Menengah), Berkonstribusi Kepada pembanguanan Ekonomi Nasional (Jangka Panjang).

“Strategi dan upaya upaya yang dilakukan untuk mencapai kondisi yang diharapakan.sehingga Mencapai Kesimpulan bahwa dari hasil observasi dan pandangan beberapa tokoh Urang Banten pembangunan Banten masih dapat dioptimalakan lagi, dengan kondisi SD dan SDM yang tersedia maka Banten dapat diberdayakan lebih baik lagi.

Optimalisasi pembangunan Banten yang berpihak kepada kearifan lokal akan mengangkat kesejahteraan masyarakat Banten lebih baik dan bermartabat, pembangunan Banten dari berbagai sektor terutama pendidikan Formal, Vokasi, Keahlian, dan Keterampilan teknis yang akan mampu mendukung pembangunan nasioanl yang lebih baik.

Saran yang harus dilakukan untuk dapat mencapainya, diperlukan kebijakan pembangunan Banten yang berpihak kepada masyarakat dengan memberi kesempatan untuk mendapat pekerjaan dan berusaha seluas luasnya baik di sektor pemerintah maupun swasta, Untuk mendukung pembangunan Banten yang bermartabat diperlukan sinergitas antara pemerintah, pengusaha dan civil society yang lebih erat dan berkelanjutan, Pertumbuhan Ekonomi Banten Harus Dinikmati Masyarakat dengan memberikan kesempatan berusaha dan pekerjaan.

Diperlukan kebijakan lebih tegas dan meminta Kuota Rekruitment PNS dan SDM Lokal secara Proporsional ( Min lokal 70 % ), Penempatan Posisi Komisaris, Direktur Dan Pegawai Pada BUMN BUMD, dan PMA agar putra daerah Urang Banten diberikan perwakilan, Pengelolaan CSR untuk kepentingan masyarakat sekitar sesuai undang-undang dilakukan dengan manajemen yang baik melibatkan masyarakat secara transparan, Memberikan peluang lebih besar kepada masyarakat dan UMKM lokal bermitra dengan pemerintah dan swasta yang berada di Banten.

“Menghimbau kepada masyarakat Banten untuk menjadikan Jawara Milenial sebagai Ikon baru Banten, pengembangan pariwisata Budaya, Religi, Sejarah dan Kuliner Banten yang higienes berwawasan lingkungan.

Dengan sebuah catatan, kegiatan merupakan acara silaturahmi/Pertemuan Antara Tokoh Banten dengan Pemerintahan Daerah dalam merancang Pembanguanan Prov.Banten kedepannya baik di Bidang Pertumbuhan Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Kesenjangan Sosial, demi tercapainya Masyarakat Banten yang Sejahtera sehingga Banten dapat Bersaing secara Global di MEA.(Rhyt)

Facebook Comments