Sabtu, Agustus 8, 2020
Hutkabupaten
SPACEIKLAN
Hutkabupaten
Beranda blog

Terkait PHK Sepihak, Chief Security Sanghiyang Indah Spa Resort Akui Kesalahan

Anyer | derapfakta.com, Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait Sulaeman warga Kp. Tegal Ds.Cikoneng Kec.Anyer dimana Sulaeman korban PHK sepihak oleh Sanghyang Indah Spa Resort pada April 2020 lalu.

Namun ada yang janggal dalam surat pemberhentian kerja yang mana dalam surat tersebut menerangkan beberapa item alasan sebagai pernyataan pihak HRD, akan tetapi dalam penandatanganan surat PHK tersebut dilakukan oleh Chief Security atas nama Asep Nikmatullah.

Banjir Supriyatno SH pengacara korban (Sulaeman-red) selaku tim kiasa Hukum dari Advocat BAJA menyatakan sikap bahwa tindakan dari pihak perusahaan Sanghyang Spa Indah Resort yang melakukan tindakan PHK sepihak tanpa adanya pemberian hak-hak sebagai pekerja yang telah diberhentikan, dalam Undang-undang 13 Tahun 2003 disana jelas tertuang dimana pihak pekerja memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan untuk karyawan yang di PHK, ucap Banjir pada (2/5/2020).

Klien kami sudah bekerja kurang lebih 10 tahun, dan mirisnya lagi upah klien kami tidak sesuai upah minimum kerja di wilayah Kabupaten Serang, jadi klien kami PHK, pihak perusahaan wajib membayar kekurangan upah, pesangon dan uang jasa serta dari segi inmateril, ini yang akan kita tuntut, terangnya.

**** BACA JUGA Sepuluh Tahun Bekerja di Hotel Sanghyang Indah Spa Resort Berujung PHK Sepihak, Sulaeman Warga Cikoneng Anyer Tempuh Jalur Hukum

Kita sudah layangkan surat somasi I dan II, namun tidak ada respon dari mereka, saya rasa mereka tidak punya etikat baik untuk menyelsaikan perkara ini, kami akan buka laporan ke pihak berwajib dan di Disnaker Kab.Serang, terangnya.

Terkait penandatanganan surat PHK yang di lakukan Chief Security, itu saya nilai salah besar, karena dia tidak ada kewenangan untuk memberhentikan kerja karyawan, karena kapasitasnya sama seperti yang lain hanya sebagai karyawan, dan ini mekanisme yang salah yang di terapkan pihak perusahaan, pungkasnya.

Sementara saat di konfirmasi Asep Nikmatulah selaku Chief Security membenarkan bahwa terjadi kesalahan dalam pemberhentian,  bahkan Asep Nikmatulah menuturkan bahwa dirinya juga akan mengundurkan diri di perusahaannya bekerja sekarang.

” ya pak saya juga aneh dengan sistem kerja disini bahkan saya juga mau resign

Saya juga di suruh pihak management untuk bisa selesai kan masalah pak Sulaeman, karena sering tidak masuk karena sakit-sakitan, intinya agar tidak bekerja disini, jadi saya seperti dilema, disisi lain saya di suruh management” ujar nya, pada Rabu (22/4).

Saat di tanya wartawan kenapa surat PHK hanya di tanda tangani chief nya tidak di beri cap stempel , Chief Security tersebut hanya terdiam.

Awak media sempat menunggu untuk meminta konfirmasi ke pihak HRD namun tidak ada di tempat, bahkan chief keamanan sempat menelpon HRD, lagi lagi tidak bisa menemui awak media saat itu.

(Tim/red)

Laporan Tidak Direspon Pihak Asper dan RPH, Pembalakan Liar Perhutani Dilaporkan KPH Banten

Lebak ¦ derapfakta.com, Dugaan pembalakan liar ribuan pohon di banten dilaporkan oleh kordinator lapangan Badak Banten DPD lebak 23/04/2020.

Rukmanul Hatta selaku kordinator lapangan menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pejabat ditingkat bawah area perhutani banten selatan yang tidak merespn dan menindak lanjuti terhadap aspirasi warga sekitar terkait banyaknya penebangan pohon liar milik negara tersebut dan hanya dinikmati serta dimanfaatkan oleh beberapa oknum saja.

***BACA JUGA Terjadi Pembalakan Liar Perum Perhutani di Kabupaten Lebak

Hasil investigasi kami sudah cukup lama dan oknum pelaku penebang pohon liar perum perhutani gunung Keundeung tidak pernah tersentuh oleh hukum sehingga penebangan liar berjalan sampai saat ini.

” Puncak kekesalan warga dan kami selaku ormas Badak Banten DPD Lebak menindak lanjuti dugaan ilegal loging tersebut ketingkat propinsi yaitu KPH Banten, “.ucap manul.

Tayangan DERAP Tv, Investigasi Pembalakan Liar

Sebalumnya kami sudah menyampaikan hal ini ke pihak RPH dan ASPER selaku pemangku kebijakan ditingkat lokal karena penebangan tersebut masih berjalan ahirnya semua warga menduga ini ada permainan, pelaku dengan pihak terkait, terbukti meski ada laporan dan bukti-bukti yang kuat, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya dari pihak RPH maupun ASPER” tegas manul.

***BACA JUGA Diduga Oknum Kades Melakukan Pembalakan Liar Perum Perhutani RPH Gunung Keundeung Lebak

Namun jika laporan kami tidak akan di tindak lanjuti oleh KPH Banten, kami akan laporkan ke Kemntrian langsung, geramnya.

Tayangan DERAP Tv, Tim Investigasi Dengan KRPH di Lokasi Perum Perhutani

“Kami berharap oknum pelaku penebangan pohon ilegal perum perhutani dapat diproses oleh hukum yang berlaku d indonesia, karena selain merugikan Negara, penebangan liar tersebut berdampak buruk ke warga sekitar yang akan terkena imbasnya,” pungkasnya.

Dalam waktu terpisah humas KPH Banten menyampaikan, ” laporan dari Badak Banten sudah kami terima dan sekarang dalam proses investigasi oleh polhut KPH Banten,” ujar asep.

(Ali)

Jalan Lapen Desa Tengkujuh Dan Jondong Kecamatan Kalianda Lam Sel Kondisinya Rusak Parah

Lampung Selatan | derapfakta.com, Jalan Lapen sepanjang kurang lebih 2 KM yang menghubungkan dua Desa yakni: Tengkujuh dan Jondong kondisinya saat ini sudah rusak parah dan banyak lubang, tampak bebatuannya pada berserakan akibat sudah lama tidak dilakukan perbaikan.

Warga dari kedua desa tersebut berharap agar Tahun 2020 ini dapat diperbaiki, Sebab jalan ini merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat.

Kepala Desa Tengkujuh Bustami ketika dikonfirmasi, Rabu (04/08/2020) membenarkan ,”bahwa sudah hampir puluhan Tahun lamanya, jalan yang menghubungkan Desa Tengkujuh Ke Desa Jondong kurang lebih sepanjang 2 KM, belum pernah diperbaiki.Kondisinya saat ini banyak lubang sehingga membahayakan bagi pengguna jalan, padahal jalan tersebut adalah akses satu satunya buat masyarakat bila hendak kesekolah,kebun,dll”,katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Jondong Zakaria ketika dikonfirmasi, Rabu (04/08/2020) terkait kerusakan jalan .

“Benar pak,jalan itu memang sudah lama sekali tidak diperbaiki,sudah sering kita usulkan untuk direhab,namun sampai sekarang belum terialisasi.Mudah-mudahan di Tahun 2020 ini dapat dibangun,sehingga bisa mulus kembali”,katanya.

Kepala UPT PU Kecamatan Kalianda Munadi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (05/08/2020) terkait rencana perbaikan jalan Lapen yang menghubungkan kedua Desa Tengkujuh dan Jondong mengatakan.

“kalau usulan perbaikan sudah masuk dan sudah kita lakukan Survei kelokasi,tetapi untuk memastikan pada Tahun anggaran 2020 ini bisa dibangun, saya nggak bisa, Karna diluar kewenangan saya, mudahan -mudahan saja bisa dibangun Tahun ini”,jelasnya.

(Nur Ismail)

Pengusaha Tidak Lapor Pajak Pribadi, Alumni Lemhannas: Rasa Nasionalismenya Nol

Jakarta | derapfakta.com, Maraknya para pengusaha yang tidak melaporkan pajak pribadi menjadi salah satu penyebab kebangkrutan sebuah negara. Perilaku tidak peduli terhadap kebutuhan negara atas partisipasi mereka melaporkan pajak, para pengusaha itu dapat dikategorikan sebagai warga yang tidak memiliki rasa nasionalisme sama sekali.

Hal itu disampaikan salah seorang alumni PPRA-48 Lemhannas RI, Wilson Lalengke, menanggapi sinyalemen adanya pengusaha papan atas berinisial MM di Serang, Banten, yang selama ini diduga tidak menyampaikan laporan pajak tahunan (SPT) ke kantor pajak setempat.

“Orang-orang seperti mereka ini merupakan warga negara yang tidak memiliki rasa nasionalisme sama sekali. Mereka tidak peduli dengan negaranya, mau maju atau tidak, mereka masa bodoh. Mereka itu kelompok warga dengan rasa nasionalisme nol koma nol,” kata Wilson Lalengke kepada redaksi media ini melalui jaringan WhatsApp-nya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Dari informasi yang diterimanya, Wilson meyakini bahwa praktek tidak lapor pajak pribadi, yang diduga kuat berarti tidak bayar pajak itu, dilakukan banyak pengusaha di banyak tempat di negeri ini. Umumnya mereka, kata dia, berlindung dari adanya pembayaran pajak yang sudah dilakukan oleh perusahaannya setiap tahun.

Padahal, menurut peraturan perpajakan, laporan pajak pribadi para pengusaha merupakan kewajiban, yang terpisah dari laporan pajak perusahaannya. Dari laporan pajak pribadi itu, dapat diketahui jumlah kekayaan sang pengusaha dari hasil operasional perusahaannya.

Besaran jumlah kekayaan pribadi itulah yang akan menjadi dasar perhitungan pajak pribadi yang harus disetorkan pengusaha kepada negara.

Oleh sebab itu, setiap pengusaha, terutama para komisaris dan pemilik saham di perusahaan-perusahaan, mesti menunjukkan itikad baiknya sebagai warga negara yang baik. Hal itu penting sebagai wujud nasionalisme dan kebanggaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jika tidak mau lapor pajak pribadi, yang artinya juga tidak mau bayar pajak kepada negara ini, lebih baik Anda minggat saja dari NKRI,” tegas jebolan pasca sarjana Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris ini.

Menurut Wilson, adalah tidak adil bagi para pengusaha kaya itu ketika mereka menikmati berbagai kemudahan berusaha, situasi aman, nyaman, kondusif, infrastruktur tersedia dengan baik, dan potensi sumber daya alam untuk kemajuan usahanya tersedia melimpah di negeri ini, tapi di sisi lain mereka enggan berpartisipasi membantu pembangunan bangsa dan negara ini. “Sangat tidak adil itu, mereka enak mendirikan dan mengembangkan usahanya di negara ini, tapi giliran bayar pajak mereka lalaikan,” ujar Wilson menyesalkan perilaku para pengusaha model demikian.

Untuk itu, saran Wilson yang juga menjabat sebagai Direktur Polhumed Center Indonesia itu, agar para pihak terkait harus bekerja lebih giat dan maksimal dalam meneliti keberadaan usaha para konglomerat tersebut. “Para petugas pajak harus bekerja, jangan tinggal diam menunggu di kantor saja. Kejar itu para pengusaha yang disinyalir tidak melaporkan pajak pribadinya, itu dapat dikategorikan tindakan pidana penggelapan pajak,” desak Wilson serius.

Kepada setiap warga masyarakat, Wilson menghimbau, agar mengawasi lingkungan masing-masing, termasuk melihat keberadaan para pengusaha di lingkungannya. Jika perlu, kenali secara detil para pengusaha kelas menengah ke atas yang ada di wilayahnya. Selanjutnya mencari informasi ke kantor pajak setempat terkait pembayaran pajak yang sudah dilakukan oleh pengusaha-pengusaha yang dikenalnya tersebut. “Langkah dan strategi seperti ini mesti berani kita lakukan agar terjadi keadilan di negara ini. Jangan sampai jurang pemisah antara si kaya dan si miskin makin terbuka lebar akibat ketiadaan nasionalisme dari orang-orang kaya itu,” tegas Wilson lagi.

Sebagai informasi, seorang pengusaha dengan jabatan komisaris pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi bata ringan di Serang, Banten, berinisial MM, diduga tidak melakukan pelaporan pajak pribadi selama bertahun-tahun. Padahal, secara sekilas diperhatikan perusahaanya cukup maju. Tentu saja si komisaris ini mendapatkan tambahan kekayaan yang besar dari perusahaannya itu. Selayaknya, negara mendapatkan bagian berupa pajak penghasilan dari yang bersangkutan. Sosok pengusaha seperti ini, kata Wilson, kemungkinan sangat banyak, tidak hanya di Banten tapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Kuncinya menurut saya, harus ada kerjasama antara masyarakat sebagai pemberi informasi dengan pihak terkait di bidang perpajakan sebagai petugas penagih pajak atas nama negara. Jika tidak, negara ini bakal bangkrut oleh ulah warganya yang hanya mau enaknya sendiri tanpa peduli dengan keselamatan dan kemajuan negaranya,” beber Wilson.

Pada akhirnya, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Indonesia sebentar lagi, setiap kita seharusnya bertanya: apa yang sudah kita berikan kepada bangsa dan negara sebagai wujud nasionalisme kita dalam mengisi kemerdekaan ini?.

(syt/red)

Sabet Peringkat Tiga Dalam Lomba Karya Jurnalistik BPK-RI 2020, Anggota PPWI Ukir Prestasi

Jakarta | derapfakta.com, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA mengucapkan selamat kepada Darlinsyah yang telah memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) tahun 2020 dengan tema Sinergi pemeriksaan BPK mengawal harta Negara.
Pengumuman pemenang di umumkan lewat akun resmi Facebook BPK RI, Rabu (05/08/20). Darlinsyah adalah salah satu anggota PPWI yang berdomisili di Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses untuk Bang Darlinsyah dari Deliknews.com yang juga merupakan anggota PPWI Pasaman, Sumatera Barat, yang telah berhasil menjadi juara ketiga dalam Lomba Karya Tulis Jurnalistik BPK RI kategori Opini,” ucap Wilson Lalengke kepada awak media, melalui pesan WhatsApp, Rabu, 5 Agustus 2020.

Wilson Lalengke melanjutkan, PPWI bangga atas segala raihan prestasi dan kemajuan yang diukir Darlinsyah. “Saya sangat bangga atas prestasi Darlinsyah, dari sekian banyak jurnalis yang mengikuti lomba BPK RI tersebut, Darlinsyah mengukir sejarah dengan menyambet peringkat ketiga,” ujar lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 tersebut.

Wilson juga mengharapkan agar pencapaian Darlinsyah yang bergabung di PPWI sejak 2017 lalu itu menjadi motivasi bagi semua dalam berkarya di bidang masing-masing, khususnya dunia tulis-menulis. “Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk kita semua, agar setiap anggota PPWI di semua bidang bisa berkarya dan berprestasi untuk Indonesia,” tutup jebolan pascasarjana Global Ethics Birmingham University Inggris itu.

(syt/red)

Selama Operasi Patuh Kalimaya 2020, Ditlantas Polda Banten Jaring 13.018 Pelanggar Lalu Lintas

Serang | derapfakta.com, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten mencatat terjadi 13.018 pelanggaran lalu lintas selama berlangsungnya Operasi Patuh Kalimaya 2020, terhitung tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan 5 Agustus 2020.

Dari data pelanggar tersebut, 4.619 pengendara dikenakan tilang, sedangkan 8.399 lainnya diberikan teguran simpatik.

“Dari jumlah tersebut, Polres Kota Tangerang tertinggi mengeluarkan surat tilang sebanyak 1.821 lembar, sedangkan Kota Cilegon terendah dengan 153 pengendara yang di tilang,” kata Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol. Rudy Purnomo kepada awak media Rabu (5/8/2020).

Jenis pelanggaran paling banyak, sambung Rudy, adalah pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. Sedangkan jenis pelanggaran terbanyak dari pengendara roda empat adalah tidak menggunakan safety belt (sabuk pengaman).

Rudy menambahkan selain pelanggar lalu lintas, selama 14 hari Operasi Patuh terdapat kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan catatan ada 17 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 9 korban meninggal dunia, luka ringan 24 orang dan luka berat 1 orang.

“Sama seperti tahun lalu, Operasi Patuh Kalimaya 2020 tercatat 17 kasus laka lantas, untuk korban meninggal dunia meningkat dari 6 menjadi 9 orang. Kerugian materi atas kejadian itu sekitar Rp.34.100.000,” ungkap Rudy.

Rudi menjelaskan bahwa Operasi Patuh Kalimaya 2020 yang di gelar oleh Polda Banten dan jajarannya di nyatakan telah selesai.

“Sesuai dengan perintah Pimpinan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Kalimaya 2020 di gelar secara serentak di seluruh indonesia dengan batasan waktu selama 14 hari, dan hari ini berakhirnya kegiatan operasi tersebut” pungkas Rudy.

(syt/red)

Polres Serang Gelar Latihan Simulasi Sispamkota Pilkada Tahun 2020

Serang Banten | derapfakta.com, Dalam rangka antisipasi menghadapi konflik sosial dan penanganan menghadapi Pilkada Serentak di wilayah Hukum Polres Serang Polda Banten, menggelar Simulasi Sispamkota, simulasi dalam rangka penanggulangan aksi unjuk Rasa Anarkis menolak hasil Penghitungan suara dalam Pilkada Serentak Tahun 2020, simulasi digelar depan halaman mako polres serang. Rabu. 05/08/2020.

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar kepada awak media mengatakan, bahwa simulasi guna adalah kesiap siagaan yang dilakukan oleh kapolres Serang dan jajaran ini, tujuannya adalah merupakan salah satu menunjukan kemampuan maupun kesiapan wilayah Polres Serang dalam melaksanakan Sispam Kota itu sendiri dalam menghadapi gangguan maupun ancaman yang mungkin terjadi saat pesta demokrasi yang akan datang.

Sedangkan Kapolres Serang AKBP Mariyono, SH, S.I.K menjelaskan, kegiatan tersebut, merupakan bentuk kesiapan Polres Serang dalam memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat saat dilangsungkannya pesta demokrasi Pilkada Serentak Tahun 2020. “Polres Serang, siap memperkuat sinergitasnya dengan unsur pengamanan lain, guna terpeliharanya situasi Kamtibmas di wilayah hukum yang tetap aman dan kondusif bersama Teman teman TNI dan Unsur pemerintah daerah,” terang Mariyono.

Terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, saat di hubungi melalui ponsel dirinya juga menjelaskan, simulasi dan latihan ini adalah dalam rangka menghadapi Pilkada 2020, “Pilkada adalah bagian dalam upaya melanjutkan pemerintahan. Kita harus menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman lancar dan sukses,” Ungkap Edy Sumardi.

(SYt)

Brimob Banten Gelar Latihan SAR Laut

Serang | derapfakta.com, Musibah atau keadaan darurat di perairan, seperti sungai atau laut merupakan kejadian yang tak diharapkan oleh siapapun. Dibutuhkan respon atau penanganan sesegera mungkin tanpa melupakan faktor keselamatan diri sendiri.

Kemampuan serta keterampilan pertolongan air menjadi hal yang cukup penting untuk di pahami dan dipelajari, khususnya bagi personel Brimob Banten.

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh personel Brimob Polri adalah kemampuan SAR Laut. Sesuai dengan arti kata SAR yang berarti Search (Pencarian) dan Rescue (Pertolongan/Penyelamatan), maka dalam kegiatan operasional SAR dibutuhkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis SAR serta beberapa disiplin ilmu sebagai penunjang/pendukung kegiatan dilapangan.

Berdasarkan hal tersebut, Sat Brimob Polda Banten gelar latihan SAR Laut di Pantai Lombok Carita yang dipimpin oleh Ipda Suwarto dan diikuti oleh para Bintara Remaja Brimob Banten, Selasa (04/08/2020) pukul 08.00 – 17.00 wib.

Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho menjelaskan bahwa latihan SAR Laut ini untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalitas personel Brimob Banten.

“Pelatihan ini sebagai cara untuk mensinergikan gerakan pada saat terjadi bencana atau musibah di air dan juga sebagai wujud pembinaan personel dalam membekali kemampuan perorangan maupun satuan dalam mendukung tugas di lapangan serta untuk membentuk mental personel apabila dibutuhkan untuk bergerak di lautan lepas,” kata Dwi Yanto Nugroho.

Dwi Yanto Nugroho juga mengatakan jika latihan SAR Laut ini sangat membutuhkan kesiapan fisik yang prima dan dilandasi dengan profesionalisme, semangat serta kesungguhan dalam melaksanakan latihan sehingga pelaksanaan latihan dapat dicapai dengan optimal.

“Sasaran latihan ini adalah untuk menjaga ketahanan personel dan evakuasi korban laka laut, serta untuk sarana mendidik, melatih personil agar paham akan tugas pokok masing-masing dan lebih profesional,” tutur Dwi Yanto Nugroho.

“Teknik penyelamatan yang baik tidak hanya mempermudah penolong dalam melakukan penyelamatan, namun juga dapat menjamin keselamatan si penolong itu sendiri,” tutup Dwi Yanto Nugroho.

Latihan SAR Laut ini mengajarkan beberapa hal, diantaranya didalamnya terdapat kemampuan Renang, Teknik Dayung Pecah Gelombang Balik Perahu dan teknik evakuasi serta penyelamatan korban di laut yang berdasarkan SOP yang berlaku untuk mengurangi kesalahan prosedural dalam penanganan korban.

(syt/am/red)

Kegiatan Fisik TA 2019 Belum Terealisasi, Inspektorat Kabupaten Tangerang Ultimatum Pemdes Jeungjing

Bendahara Desa Jeungjing Akui Kegiatan Fisik Anggaran Dana Desa Dari 2019 Belum Di Laknakan

Tangerang | derapfakta.com, Kegiatan pembagunan infrastruktur Desa Jeungjing dari Anggaran Dana Desa tahun 2019, ada 6 titik fisik yang sampai saat ini belum terlealisasi.

Hal tersebut pihak pemerintah desa Jeungjing yang di sampaikan oleh Aldi selaku bendahara Desa, menyatakan dan mengakui kalau kegiatan fisik tersebut belum rampung, dengan dalih bermacam alasan.

Kades Jieunjing, Maryono Capri terkait ada beberapa titik kegiatan fisik yang hingga saat ini belum dikerjakan, dirinya pun malah mengalikan pembicaraan saat ditanya beberapa awak media, seakan terkesan mengungkit-ungkit masa lalu.

Di lanjut pernyataan bendahara Desa Jeungjing, Aldi yang notabene putra dari Kepala Desa itu sendiri, dihadapan Kasi FPKKD Hj. Intan Rahayu Kusuma Wardani, Kasi Pembangunan H. Ahmad Sugianto, Pelaksana Bangdes Dik Dik Sodikin, Kepala Desa (Kades) Jeungjing Maryono Capri, Anggota BPD Desa Jeunjing Agus dan beberapa awak media.

Kegiatan fisik yang belum terealisasiakan itu diantaranya pembangunan lapangan futsal yang tepat berada di dekat Kantor Desa, pembangunan SAB dan masih ada lagi beberapa titik kegiatan fisik lainnya,” kata Aldi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa  (DPMDP) Kabupaten Tangerang, pada Selasa (4/8/ 2020) .

Terkait hal tersebut, hingga pihak inspektorat Kab.Tangerang memberikan ultimatum dengan membuat surat pernyataan yang di tandatangani di atas matrai langsung oleh Kepala desa pada 21 Juli 2020, dan sejak surat pernyataan dibuat sanggup merampungkan kegiatan fisik tersebut pada 30 Juli.

Hingga sampai saat ini batas waktu yang ditentukan sudah lewat, dan apabila kegiatan beberapa titik fisik tidak dilaksakan tersebut, Pemdes jeungjing untuk kegiatan fisik kedepannya akan dihentikan, selain anggaran BLT, operasional dan insentif.

Sementara itu, Kasi Pembangunan Desa, DPMDP Kabupaten Tangerang, H. Ahmad Sugianto menyampaikan, terkait permasalahan yang ada di Desa Jeungjing sudah dalam pemeriksaan dilapangan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang.

“Untuk permasalahan Desa Jeungjing sudah ditangani pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang. Pihak Inspektorat pun telah memberikan batas waktu sampai dengan tanggal 30 Juli 2020 untuk segera diselesaikan. Jika tidak terselesaikan sampai dengan batas waktu yang diberikan, selanjutnya Desa Jeungjing tidak akan pernah mendapat anggaran untuk kegiatan fisik infrastuktur pembangunan, bahkan apa bila tidak dilaksanakan bisa dilaporkan” pungkasnya.

Dengan adanya hal itu, H. Ahmad Sugianto meminta kepada awak media agar proses ultimatum dari pihak Inspektorat untuk selalu dikawal supaya hal ini benar-benar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Pada akhir pertemuan pihak Desa dengan beberapa dinas DPMDP Kab. Tangerang, Sekdis DPMDP Kabupaten Tangerang, Mas Yoyon Suryana menambahkan, pihaknya berharap agar Pemdes Jeungjing untuk menghadapi permasalahan ini dengan baik.

“Semuanya itu pasti ada jalan dan solusi terbaik untuk memecahkan suatu persoalan, dan kedepannya tidak akan mengulangi kembali agar roda kepemerintahan Desa Jeungjing bisa berjalan dengan baik” pungkasnya

(Tim Red)

Melalui Program Serasi,Gapoktan Mekar Mukti Dan Mekar Mulya Palas Lam-Sel, Ingin Sejahterakan Petani

Lampung-Selatan|derapfakta.com, Program Serasi(Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) Gapokyan Mekar Mukti Desa Mekar Mulya Kecamatan Palas Lampung Selatan saat ini sedang dilaksanakan pembangunannya seperti: pembuatan Forder atau saluran Gendong 235 Ha ,gorong-gorong 35 unit ,pintu air sebanyak 6 titik, pompa air 9 unit serta ditambah saluran tersier sepanjang 1,5 Km.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Gapoktan Hi.Darto saat awak media mengunjungi kediamannya ,Senin(3/08/2020) sekira pukul 11,30 WIB.

Ketika dikomfirmasi, kenapa mau menerima frogram Serasi?
“dalam Gapoktan Mekar Mukti terdapat 20 anggota Kelompok Tani yang tersebar dibeberapa Dusun ,dimana kebanyakan petaninya menanam padi yang notabene daerah rawa,bila mana saat musim penghujan sering kebanjiran dan bila musim kemarau mengalami kekeringan”,jawabnya.

Lanjut Hi.Darto ,”melalui program Serasi ini, kami yang tergabung dalam Gapoktan secara swakelola terlibat langsung dalam pengerjaan fisiknya ,seperti pada pembuatan gorong- gorong,pintu air sehingga bisa menciptakan lapangan kerja dan hasil pembangunan fisiknya nanti akan digunakan oleh petani”,katanya.

Luasan lahan petani sawah yang tergabung dalam gapoktan Mekar Mukti kurang lebih 560-700 ha,bila tidak dikelola dengan infra struktur yang baik tentunya tidak akan mencapai produktivitas maksimal.

Sebelum ada program Serasi ,dulu Gapoktan Mekar Multi sewa alat sendiri secara swakelola,tetapi setelah ada program ini, kami sangat bersyukur dan berterimakasih dapat dibantu Pemerintah ,kata Darto sembari menjelaskan pekerjaan kepada awak media saat terjun langsung dilapangan.

Kepala UPTD pertanian Kecamatan Palas Agus Santoso saat dikonfirmasi via WhatsApp Pukul 19 .00.WIB (03/08/2020) mengatakan ,”Sangat berterima kasih kepada Pemerintah /Kementan yang telah membantu normalisasi saluran /Forder di desa Mekar Mulya .Sebab,akan berdampak mengurangi banjir dan Petani bisa menanam padi setahun bisa dua kali .Tentunya dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan Petani yang berujung pada kesejahteraan keluarganya ,”katanya.(Nur Ismail)

TNI-POLRI Himbau Pengunjung Pusat Perbelanjaan, Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan Jelang AKB

Kota Serang | derapfakta.com, Jelang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Polsek Cipocok Jaya Polres Serang Kota Polda Banten Melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat / pengunjung Pusat Perbelanjaan Mall of Serang (MOS) yang terletak di Jalan akses Tol Serang Timur Kelurahan Panancangan Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Minggu (2/8/2020).

Tampak Kanit Sabhara Polsek Cipocok Jaya AKP Awo dan Briptu Sofan bersama Personel Koramil Cipocok Jaya Koptu Agus dan Sertu Widodo saat menghimbau para pengunjung.

Kapolsek Cipocok Jaya Kompol Agus Suprianto, SH., mengatakan bahwa menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pihaknya gencar lakukan sosialisasi.

“Hari ini personel polsek Cipocok Jaya bersama personel TNI melaksanakan sosialisasi dan menghimbau kepada para pengunjung MOS untuk memperhatikan Protokol Kesehatan,”katanya.

“Diharapkan para pengunjung MOS
memakai masker, mencuci tangan guna mencegah penyebaran Covid-19,”

“Dikarenakan kesehatan merupakan suatu yang amat penting, karena dengan tubuh yang sehat semua kegiatan dapat dilaksanakan,”pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara berkesinambungan guna mencegah penyebaran Covid-19.

(syt/red).

Dua Kepala Desa Di Kibin, Beserta Warganya Gotong Royong Pengecoran Pembangunan Musholla

Kibin | derapfakta.com, Warga di dua desa yakni desa Kibin dan desa Ciagel Kecamatan Kibin Kabupaten Serang kompak bergotong royong bersama melaksanakan pengecoran pembangunan mushola Baitul Rohman Kampung Jering desa Kibin kecamatan kibin Minggu (02/08/2020).

Mengingat lokasi pengecoran mushollah tersebut berada di perbatasan dua desa yaitu desa kibin dan desa ciagel hanya di batasi jalan kampung, semangat kegotong royongan sangat terlihat kekompakannya dalam pelaksanaan pengecoran pembangunan Mushola yang melibatkan langsung kedua kepala desa kibin Achmad Samsudin dan kepala desa Ciagel M.Yunus.

Kepala desa Kibin Achmad samsudin mengatakan kepada awak media derapfakta.com, bersyukur telah melaksanakan kegiatan tahap pengecoran bersama sama warga dengan rasa kebersamaan, kekompakan dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah hari ini kita mengadakan Pelaksanaan pengecoran pembangunan mushola Baitul Rahman, Yang seharusnya dilaksanakan Mengunakan Hotmix tetapi disini kita manual, mengutamakan semangat kegotong royongan agar semakin terjalin rasa kebersamaan dan kekompakan dengan warga.

Dengan proses pelaksanaannya tetap memperhatikan Protokol kesehatan, Seperti pengunaan Masker, dan mencuci tangan.” Ujar Achmad Samsudin.

Lanjut Samsudin, Musholla tersebut memang mengalami kerusakan dan warga setempat sempat mengeluhkan apabila turun hujan selalu bocor, ” Pembangunan musholla ini karena adanya keluhan masyarakat saat melaksanakan ibadahnya terganggu karena dinding dan atap mushola yang bocor apabila hujan, seperti komitmen saya mengutamakan kepentingan masyarakat dan mencurahkan pikiran dan sekuat tenaga saya untuk masyarakat ” Jelas nya.

“Tidak lupa kita mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak perusahaan Pt. BPS (Baja Perkasa Sentosa) yang telah tergerak hatinya untuk ikut membantu mensupport secara Finansial, dan juga tidak lupa terimakasih kepada masyarakat, muspida yang turut bergotong royong dan kekompakannya, semoga pembangunan musholla kita ini cepat selesai dan dapat kita pergunakan, amiin ” Tutup Samsudin.

(Jurnalis : A.Sayuti)