Tangerang | derapfakta.com, Terkait keluhan warga Kampung Solong Desa Tipar Raya Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang ihwal SOP penggunaan mobil ambulance milik Puskesmas Jambe menjadi sorotan dari salah Lembaga di wilayah kabupaten Tangerang, dari Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Pengawas Penyalahgunaan Anggaran dan Aset Negara (LSM BP2A2N), Ahmad Suhud selaku Direktur Eksekutif mengatakan, hal tersebut kemungkinan besok akan di bahas bersama Dinkes.

“Akan segera kami tindaklanjuti, dan untuk masalah Puskesmas, hari Kamis bisa sekalian di diskusikan dengan dr. Farid,” ungkap Ahmad Suhud kepada derapfakta.com mengutip informasi yang di sampaikan oleh pihak Dinkes Kabupaten Tangerang, Selasa (6/4/2021).

Ahmah Suhud selaku Direktur Eksekutif LSM BP2A2N merasa kecewa dengan pihak Puskesmas Kecamatan Jambe yang kurang responsif atas adanya aduan masyarakat perihal pelayanan yang diduga terkesan tebang pilih.

“Saya meminta pihak Dinas Kesehatan kabupaten Tangerang untuk memanggil pihak Puskesmas Jambe agar menjelaskan kepada masyarakat kecamatan jambe perihal kendaraan mobil ambulans agar tidak simpang siur,” tegas Suhud.

Diberitakan sebelumnya, Hari Laksana warga Kampung Solong Desa Tipar Raya Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang mengeluhkan terkait SOP penggunaan mobil ambulance milik Puskesmas Jambe.

Hari Laksana menceritakan, berawal dari sang nenek Supinah yang terbaring sakit dan dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Hermina Bitung, karena penyakitnya sang nenek tak tertolong dan dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit.

Terkendala dengan kondisi keuangan yang sangat terbatas untuk biaya mobil jenazah, lanjut Hari, pihak keluarga minta bantuan rekomendasi Kepala Desa Tipar Raya untuk memakai ambulance milik Puskesmas Jambe, namun oleh pihak Puskesmas tidak diperbolehkan.

(YudiP).

Facebook Comments