Tangerang | derapfakta.com, Sebanyak 77 Desa pada 26 Kecamatan di Kabupaten Tangerang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak pada 4 Juli 2021 mendatang.

Dalam sebuah pemilihan, menang dan kalah merupakan hal yang biasa dan tantangannya bukan pada saat Pilkades, tapi apakah Kades terpilih nanti mampu menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.

Ketua Karateker KNPI Kabupaten Tangerang Ahmad Suhud mengatakan, saat ini Pemerintah memberikan anggaran yang begitu besar bagi Desa dan nilainya mencapai miliran rupiah.

“Terkait dengan anggaran yang cukup fantastis itu perlu pemimpin yang amanah dan menjadi seorang Kades juga mesti mampu menghadapi kondisi sosial masyarakatnya, ini salah satu hal yang penting,” ungkap Ahmad Suhud kepada derapfakta.com, Senin (5/4/2021).

Menurut pria yang pernah mengikuti kontestan Pilkades pada 2019 ini, memilih pemimpin itu harus melihat kualitas bukan karena isi tasnya.

“Saat uji kompetensi (ujikom) itu, saya rangking pertama dalam satu Desa itu, namun di saat pelaksanaan pemilihan dan penghitungan suara, kualitas kalah dengan isi tas,” ujar pria kelahiran Taban Jambe ini.

Lanjut Suhud, berikan dan buat pilihan sebaik-baiknya agar memang keinginan hati terdalam untuk Desa maju akan terwujud. Kemudian bagi Bacalon kepala desa, sepakat untuk berserah kepada tuhan namun tetap upaya yang dilakukan sejujur dan sebaik mungkin.

“Bagi para sahabat dekat yang saat ini mencalonkan diri menjadi Kepala Desa, yang paling perlu dipahami adalah mencintai Negaranya, mencintai Kabupatennya dan mencintai Desanya. Baik nanti bagi pemenang atau yang kalah semua tujuannya bukan kekuasaan, tapi membangun Desa,” pintahnya.

Sementara itu H. A. Sugianto Ali A.S Kasi Fasilitasi Pembangunan Desa DPMPD Kabupaten Tangerang menghimbau kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang berkualitas sehingga menghasilkan Kades yang berkompeten dan tidak gagap teknologi (gaptek).

“Sesuai dengan yang diharapkan oleh Bupati setiap Kades nanti harus mahir dengan tekhnologi, harus menguasai komputerisasi, teknologi sudah maju, setiap Kades harus bisa,” ungkap pria yang akrab disapa H. Anto kepada derapfakta.com saat ditemui di ruangannya.

Menurutnya, pada tahapan Pilkades serentak 2021 ini, Bakal Calon (Balon) Kades akan mengikuti rangkaian uji kompetensi (Ujikom) yang ketat, terutama harus mahir dalam mengoperasikan komputer.

“Itu syarat utama dalam dalam uji kompetensi (Ujikom), itu harus bisa,” terang H. Anto.

(YudiP).

Facebook Comments