Tangerang | derapfakta.com, Menyoroti salah satu pemberitaan di media online terkait adanya dugaan penganiayaan kekerasan fisik atas nama (AS) yang dialami salah satu penghuni Lembaga pemasyarakat (LAPAS) Jambe.

Menyikai insiden tersebut, Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat Tangerang Raya (ALTAR), Ahmad Suhud Selaku Direktur Eksekutif LSM-BP2A2N mengecam keras dengan adanya insiden tersebut, dan ini tentu menjadi perhatian khusus bagi kami, mengingat pembinaan yang semestinya dilakukan bukanya penganiayaan, baik yang dilakukan oleh sesama penghuni binaan, pada Sabtu (27/3/2021).

**** BACA JUGA Mobil Sampah Rusak, Camat Solear: Untuk Biaya Perbaikan Saya Menyerah

Jika itu benar-benar terjadi lantas kemana para petugas lapas dalam melaksanakan penjagaan, tindakan hal ini tentu melanggar aturan hukum dan hak asasi manusia, dan minta diusut tuntas agar terkait dugaan kekerasan yang terjadi di Lapas Jambe Kab.Tangerang, terang Suhud yang juga selaku putra derah kec.Jambe.

Sementara dilain tempat,Taslim Wirawan selaku ketua Umum LSM Seroeja Indonesia menambahkan, kami dan rekan ALTAR menyayangkan terkait adanya dugaan tindakan kekerasan yang di alami (AS) salah satu tahanan yang berasal dari warga perumahan Taman Adiyasa, yang telah menghuni lapas jambe blok A4, selama 13 bulan 12 hari, terang Taslim.

**** BACA JUGA Diduga BLT-DD 2020 Diselewengkan, ALTAR Laporkan Kades Munjul ke Kejari

Terkuak insiden tersebut, lantaran (AS) mengadu via chat WhatsApp kepada PWT selaku (Ibu-red) orang tuanya, AS menjelaskan jika dirinya telah menjadi korban penganiayaan didalam lapas, lantas orang tua korban melakukan kunjungan, namun pihak Lapas tidak memberikan ijin untuk ketemu dengan putranya dengan alasan situasi Pandemi.

Dan hal ini yang sangat di sayangkan, karna hal tersebut sangat bertentangan Hak Asasi Manusia (HAM), dimana Tahanan harus di perlakukan sebagai manusia, barang siapa melakukan kesalahan atau tindakan melawan Hukum, namun adanya rumah lapas itu diadakan untuk suatu pembinaan terhadap warga binaan, tambahnya.

Kami tim ALTAR meminta kepada Kalapas agar petugas pejagaan supaya memperketat agar hal tersebut jangan sampai terulang kembali atau terkesan pembiaran dan tutup mata, tutupnya.

(YudiP-red)

Facebook Comments