Kab. Tangerang | derapfakta.com– Galian atau kupasan tanah yang meresahkan warga Kadu Agung maupun pengguna jalan ditutup Satpol PP dan Satker Muspika Kecamatan Tigaraksa Kab. Tangerang, di Kp. Bugel, Kelurahan Kadu Agung, Rabu (10/03/21) Pukul 15.30 wib.

Kasat Pol PP Fahruroji melalui Kabid Penegak Perda (Gakda) Sumartono bersama anggota melaksanakan giat gabungan tersebut berdasarkan Perda Kab.Tangerang No 20 tahun 2004 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perda Kab. Tangerang Nomor 13 Tahun 2011 Tentang RUTR.

**** BACA JUGA Mediasi Tak Menuai Hasil, ALTAR Kembali Kirim Surat Somasi ke Pemeritah Desa Munjul

“Berdasarkan Perda No 20 tahun 2004 dan Perda No 13 Tahun 2011 serta Surat dari Kecamatan Tigaraksa tentang laporan Masyarakat bahwa adanya aktivitas galian / Kupasan tanah yang menganggu Ketentraman dan Ketertiban Umum.” Kata Kasat Pol PP Kab. Tangerang.

Sementara itu, Acep Pudin PPNS Satpol PP Kab. Tangerang menjelaskan, dalam giat gabungan tersebut telah melakukan tindakan adanya aktivitas galian atau kupasan yang dilakukan dengan alat berat beko, berdampak pada ketentraman dan ketertiban umum.

**** BACA JUGA Patroli Skala Besar, Polres Serang Kota Sasar Pekat dan Protokol Kesehatan

“Penangung jawab atau pengelola tidak ada di tempat saat tim datang dan meningalkan lokasi. Informasi dari RT Dahlan dan Ponimin, bahwa Penanggung jawabnya Hadpa Roni alias Coning tidak ada ditempat.” Ujar Acep melalui pesan WhatsApp.

Terlihat lokasi galian/kupasan tanah sudah terpasang garis Pol PP line dan kondisi jalan di depan lokasi dalam keadaan kotor akibat tanah yang berceceran.

Kini pihak Pol PP bersama Muspika Tigaraksa telah memberhentikan dan menutup aktivitas Galian atau Kupasan yang di ketahui oleh RT setempat. Hal tersebut sesuai Perbub 53 Tahun 2018 tentang SOP Penertiban.

*** BACA JUGA Soal BLT DD Desa Munjul di Anggap Hoax, ALTAR : Sama Saja Menyalahkan Data Kementerian Desa

Disisi lain, Lurah Kadu Agung, Hj. Rita Wulan Sari, SKM, M.si menambahkan, dalam giat gabungan tersebut dirinya telah mendampingi anggota PPNS Gakda, Anggota Polresta Tangerang, Anggota Kodim 0510 dan Kecamatan Tigaraksa.

“Kelurahan dalam hal ini mendampingi penegak Perda untuk melakukan Tupoksinya dengan menutup kupasan galian tanah tak berizin, karena memang tidak ada yang mengeluarkan izin nya.” Kata Hj. Wulan kepada derapfakta.com.

(YudiP)

Facebook Comments