Tangerang | derapfakta.com, Dugaan pemerintah Desa Munjul Kecamatan Solear Kabupaten melakukan penyelewengan anggaran terkait bantuan langsung tunai anggaran dana desa tahun 2020 untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, hal tersebut terpantau dilapangan dari beberapa keterangan warga yang mengaku jika dirinya belum pernah sama sekali mendapatkan haknya.

Dengan Hal tersebut, Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat Tangerang Raya (ALTAR) langsung melayangkan surat kepihak pemerintah Desa Munjul, Ahmad Suhud selaku Direktur Exsekutif LSM Badan Pengawas penyalahgunaan Aset Dan Anggaran Negara (BP2A2N) menyampaikan, benar ada beberapa warga yang mengadu kekami prihal mereka yang belum pernah mendapatkan bantuan langsung tunai lansung dari anggaran dana desa, setelah melihat mengkaji aduan warga ke kami, kami memang langsung croscek dan benar nama-nama warga yang datang ke kami terdaftar mendapatkan BLT-DD di tahun 2020, terangnya kepada derapfakta.com pada Minggu (28/2/2020).

**** BACA JUGA Diduga Cemari Lingkungan Warga, PT. Mitra Baja Persada Di Grudug Warga Cengkudu

Kami akan melayangkan surat konfirmasi ke pihak pemerintah Desa Munjul dengan No: 040/Altar/III/2021, tambahnya.

Ketidak tahuan warga yang namanya tercatut dalam kelompok penerima manfaat tersebut menjadi celah permainan pihak pemerintah desa untuk melakukan penyelewengan, ini yang perlu kita sikapi agar jangan sampai hal-hal seperti ini menjadi azas manfaat untuk sekelompok oknum, jelas Suhud.

Sementara ditempat terpisah “Taslim Wirawan selaku Ketua Umum LSM Seroeja menambahkan, dugaan penyimpangan BLT-DD yang tidak disalurkan ke warga yang berhak menerima, jelas ini suatu tindak kehajahtan,ucapnya.

**** BACA JUGA Dugaan Sengketa Lahan Semakin Memanas, Madrais: Saya Hadapi Dengan Senyuman

Ketidak transparan dan ketidak profesional an dari aparat desa, karena hal tersebut mencerminkan kurangnya pengawasan dan kepekaan terhadap apa yang di hadapi masyarakat, ingat aparat adalah pelayan publik, dan anggaran yang d gunakan adalah hak mereka, paparnya.

Jadi saya harap aparat-aparat yang bermain dan atau dengan sengaja menggunakan anggaran Dana Desa yang bertujuan hanya mencari keuntungan sepihak agar segera di proses hukum, karna kasian rakyat, dalam suasana yang serba susah seperti ini masih saja mereka menjadi obyek dari keserakahan segelintir oknum yang mempunyai moral kerdil, pungkas pria yang berdarah Sumatera tersebut.

(Ryan-red)

Facebook Comments