Tangerang | derapfakta.com, Warga Kp. Cangkudu Rt.03 Rw.03 Desa Cangkudu Kec. Balaraja, didampingi Ketua Ranting Ormas BPPKB bersama awak media mendatangi PT. Mitra Baja Persada yang bertempat di Jalan Raya Serang KM 29.5 . Sabtu (27/02/21)

Hal tersebut dikarenakan perusahan tersebut diduga telah mencemari lingkungan dengan membuang air limbah Rumah Tangga.

**** BACA JUGA Ditengah Pendemi Kafe Star di Cikande Nekad Beroperasi, PWI Banten : ” Tindak Tegas”

Eky Amartin selaku Ketua DPRA-BPPKB Ds. Cangkudu menjelaskan, pencemaran tersebut bermulai dari kebocoran regulasi saluran air pembuangan yang melintasi pemungkiman warga.

“Pencemaran ini sudah merugikan warga cangkudu selama beberapa tahun, maka kami bersama warga mencoba berupaya mediasi guna mencari solusi, karena warga tidak menerima konpesasinya.” ujar Eky Amartin kepada awak media.

**** BACA JUGA Kunjungan Kapolresta Tangerang, Posko PPKM Mikro Desa Tobat : Sudah Sesuai SOP

Lebih dalam lagi dirinya membeberkan, terkait pembuangan limbah lainnya, yang diduga berasal dari penampungan (Spitenk) pabrik baja tersebut.

“Saya menduga, limbah yang dibuang ke jalanan itu berasal dari pompa, adalah limbah kimia yang berasal dari penampungan pabrik mereka. (PT. MBP-red)” beber Amartin saat memberi keterangan. Sabtu (27/02/21)

Disisi lain, terlihat warga yang bernama Topik saat mengungkapkan keluhannya, dirinya mengatakan bahwa lahan miliknya yang selama ini digunakan pihak pabrik, belum menerima Konpensasi apapun.

Saat mediasi, ia meminta kepada pihak wakil perusahaan baja agar mengajukan ke Owner PT. Mitra Baja Persada untuk perbaikan regulasi salurannya dan meminta hak untuk sewa tanahnya.

“Saya berharap lahan keluarga kami mendapatkan konpensasi, baik itu dengan cara sewa tahunan, agar saya bisa dapat berbagi ke masjid maupun warga yang juga terdampak. jadi perusahan jangan mau untung nya aja, karena sudah bertahun-tahun beroperasi di desa kami.” Tuturnya saat dikonfirmasi.

Sementari itu Agus selaku orang yang dipercayai PT. MBP mengungkapkan,” Terkait kebocoran ada kemungkinan dari spitenk kami, namun saya belum menemukan asal rembesan air itu,” ucapnya menanggapi keluhan warga.

Masih kata Agus, “Keluhan warga akan kami bicarakan kepada pemilik perusahaan, sekaligus keluhan warga yang tanah nya dilintasi saluran kami, semua keluhan itu kami tampung semua, dan akan kami jawab senin (1/3/21) mendatang.” Jelas Agus saat Mediasi dengan warga di Kantornya.

(Yd-red)

Facebook Comments