Tangerang | derapfakta.com, Pembangunan Jalan Betonisasi dengan judul “Lanjutan Peningkatan Jalan Gembong- Megu” yang berasal dari APBD 2020 Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, menuai tanggapan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Tergabung Aliansi Lembaga Tangerang Raya (ALTAR) turut mempersilakan kinerja pihak pemborong maupun dinas terkait, Ahmad Suhud selaku Direktur Eksekutif LSM BP2A2N (Badan Pengawas Penyalahgunaan Aset dan Anggaran Negara), menanggapi kerusakan sisi badan jalan Betonisasi tersebut.

Pasalnya, jalan yang beranggarkan hingga Rp.913.491.700,- dan telah dimenangkan oleh CV. Razan Bangun Nusantara, kini sudah mengalami perbaikan sampai 3 (tiga) kali pada sisi badan jalan yang pernah retak dan amblas tersebut.

**** BACA JUGA Diduga Perumahan Alkautsar Moeslim City Tidak Mengantongi Izin, ALTAR Layangkan Surat

“Hal ini jelas dari perencanaan pekerjaan sisi badan jalan nya, karena sampai 3 kali diperbaiki, terkesan seperti dikerjakan asal asalan oleh pihak rekanan. Padahal anggarannya sangat besar sampai 900 jutaan.” ujarnya kepada awak media Selasa (23/2/21)

Lanjutnya, “Kami berharap pihak DBMSDA dalam hal ini segera menggunakan Tenaga Ahli, agar kerusakan jalan Gembong-Megu tidak terulang kembali, jadi tidak terkesan buang buang anggaran, dan manfaat jalan tersebut dapat dirasakan oleh warga sekitar. Meski perbaikan proyek ini, perawatannya masih tanggung jawab pihak rekanan.” tuturnya.

**** BACA JUGA LSM BP2A2N Laporkan PT. Setia Pratama Konindo, Diduga Abaikan Hak Karyawan

Saat dipertanyakan apa yang akan dilakukan Lembaganya, dirinya mengatakan akan segera mengirimkan surat ke DBMSDA dengan tembusan ke Bupati, Kejari dan Inspektorat Kabupaten Tangerang.

“Masalah kerusakan ini akan segera kami surati Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air, tembusannya saya kirim ke Bapak Bupati, Kejari Tigaraksa dan Kepala Inspektorat, agar masalah ini tidak bertolak belakang dengan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang diraih oleh Kabupaten Tangerang dalam bidang Percepatan Pembangunan.” tuturnya saat dimintai tanggapan media derapfakta.com.

**** BACA JUGA Terkait PT.SUJA, LSM BIAK Layangkan Surat ke Komisi I DPRD Kabupaten Tanggerang

Sementara Taslim Wirawan selaku ketua umum LSM Seroeja Indonesia menambahkan, saya meminta dengan kejadian ini instansi terkait jangan main-main dengan persoalan yang tengah terjadi, dan pihak nya harus bener-bener bekerja secara profisional dalam melaksanakan suatu pekerjaan, jangan terkesan disetiap pelaksanaan proyek menjadikan ajang kepentingan kelompok, atau diri sendiri, kecamnya.

Kalau sudah terjadi seperti ini, bukan hasil yang maksimal namun hasil kinerja yang terkesan bobrok, Saya harap pihak kejaksaan segera memanggil pemborong atas nama CV Razan bangun Nusantara yang telah melakukan pengerajaan jalan melalui Dinas bina marga dan sumber daya air dengan anggaran biaya Rp. 913.491.700,- antara gembong dan megu.

Hal tersebut guna memberikan contoh yang baik kepada semua pemborong, agar kedepannya memperhatikan kualitas pekerjaan yang sumber dananya adalah uang dari pajak rakyat, jangan mengerjakan pekerjaan asal asalan yang terlihat tidak memperhatikan kualitas pekerjaan, pungkasnya.

(YudiP)

Facebook Comments