Tangerang | derapfakta.com, Hasil dari penyelusuran team awak media, ditemukan Rai Iyum Irawan (88), seorang janda warga kampung Korelet RT 02/03 Desa Ranca Kelapa Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidur yang beralaskan tikar dan kasur selama satu tahun, miris nya lagi dirinya tinggal dirumah yang tergolong memperhatinkan.

Seluruh tubuhnya lemas dan tak bertenaga, nenek 88 tahun ini hanya bisa pasrah dan berdiam seorang diri dirumahnya yang berukuran 6×12 meter persegi.

**** BACA JUGA DPD KNPI Kabupaten Tangerang Resmi Keluarkan SK Karateker, Fajrul : ini Amanat AD/ART Organisasi

Faktor biaya untuk berobat yang membuat dirinya harus pasrah dan hanya bisa menerima keadaannya saat ini.

saat menjelaskan, segala bentuk bantuan dan perhatian dari pemerintah terkait belum iya rasakan, ini yang membuat nenek dan cucunya mengeluh.

**** BACA JUGA LSM BP2A2N Surati Desa Cikareo Kecamatan Solear, Terkait Dugaan Anggaran BLT yang Diselewengkan

“Sudah setahun saya terbaring sakit, badan semua lemas serasa tak bertulang, mau buang air saja saya harus merayap,” ungkap nenek Rai Iyum saat ditemui derapfakta.com di kamarnya pada Jumat (19/2/2021).

Selama menderita sakit, Rai Iyum mengaku belum pernah berobat ke rumah sakit atau puskesmas terdekat, pernah sekali dari pihak puskesmas datang beberapa bidan, sehabis itu tidak lagi, hanya menyampaikan kalau butuh obat di suruh datang ke puskesmas.

Foto : Ntus

“Hanya minum obat rematik aja, mau berobat ke rumah sakit nggak ada duit, nggak bisa cari duit lagi, bangun saja nggak bisa, hanya bisa tidur siang malam sendiri seperti ini,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Nenek Rai Iyum mengaku menjanda selama 20 tahun, selama itu pula dia hidup dan mencari nafkah seorang diri, sementara satu anaknya telah lama meninggal dunia.

“Anak sudah tidak ada lagi, hanya ada satu cucu, tapi sudah pisah rumah, dia yang setiap hari membawakan makanan, datang tiap hari melihat kondisi saya,” terang Rai Iyum.

Sementara Entus (33) cucu nenek Rai Iyum Irawan mengaku prihatin dengan kondisi sang nenek, hendak berobat ke rumah sakit terkendala dengan biaya.

“Seperti ini kondisi nenek, mau berobat kita nggak punya duit, saya kerja hanya cukup untuk biaya hidup anak istri dan juga buat makan nenek,” ungkap Entus dengan wajah sedih.

Saya tinggal terpisah sama nenek, jaraknya lumayan jauh, saya kerja kena Shef dan saya datang pagi memberika nenek makan, sore saya kerumah nenek lagi, kalau makan siang ya kalau ada tetangga ngasih, kalau tidak nunggu saya pulang, ucapnya.

Sebagai bagian dari hidupnya, Entus berharap ada uluran tangan pemerintah untuk membantu sang nenek, baik untuk biaya berobat maupun biaya hidup sehari hari.

“Nenek cuma dapat satu kali bantuan, sampai sekarang nggak dapat lagi,” ujarnya.

Pantauan derapfakta.com dilokasi, kondisi nenek Rai Iyum Irawan sangat memprihatinkan, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi kesehatan jauh dari kata layak, seolah luput dari pantauan Pemerintah Desa maupun Kecamatan bahkan Pemerintah Kabupaten.

(Ryan/red).

Facebook Comments