Tangerang| derapfakta.com, Setelah membuka dan diterima laporannya oleh pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tangerang pada 11/2/2021 lalu terkait dugaan tindakan aborsi yang dilakukan oleh oknum dokter AD terhadap LYP (25) pada April 2020 silam di bilangan Rawa Buntu Serpong Tangerang Selatan.

LYP (25) Melalui kuasa hukumnya Oktavianus Tambunan SH mengatakan, bahwa kasus itu sudah dilakukan proses persidangan oleh Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tangerang.

“Kami sudah melakukan persidangan klarifikasi terhadap kasus dokter AD nanti jawabannya akan disampaikan dalam bentuk tertulis oleh ketua IDI cabang Tangerang,” ungkap Oktavianus Tambunan SH kepada derapfakta.com mengutip keterangan dari Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia, MKEK dan IDI Tangerang, Sabtu (20/2/2021).

Dijelaskannya, pihak Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tangerang sudah melakukan persidangan klarifikasi terhadap kasus oknum dokter AD

“Iya, kemungkinan sidang klarifikasi ini berkaitan dengan kronologis dan bukti bukti yang sudah kami kirim ke IDI Tangerang,” jelas Oktavianus.

Ditanya lebih jauh ihwal hasil atau keputusan dari MKEK, apabila hasinya tidak sesuai dengan harapan korban, apakah akan terus menuntut ?, selaku korban menjawab.

“Ya tentu kami akan buka laporan ke Polres setempat, sudah kami siapkan, kami akan tempuh jalur jalur hukum lainnya untuk mendapat keadilan bagi klien kami,” tegasnya.

Sebelumnya dikabarkan, atas kejadian itu, LYP (25) meminta kepada pihak KKI MKDKI untuk memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum dokter AD.

“Kalau dipenjara sepertinya nggak usah, saya berharap dia dicopot dari ijin dokternya, karena kalau dia nggak jadi dokter itu kayaknya lebih bagus deh,” pungkas LYP pada 3 Februari 2021 lalu.

(Yudi)

Facebook Comments