Tangerang | derapfakta.com, Dari hasil penelusuran beberapa awak media di temukan puluhan drum bahan bakar minyak (BBM) di sebuah bangunan bekas pabrik kosong di jalan raya Serang KM 22 kampung Kawidaran desa Cibadak Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, pada Selasa (16/2/2021).

Saat memasuki lokasi tersebut, muncul yang diduga sebagai pemilik puluhan drum BBM tersebut, Indra selaku pemilik usaha penampungan bahan bakar minyak (BBM) mengaku bahwa usaha yang sedang dijalaninya tidak mengantongi ijin apapun alias (ilegal-red).

“Usaha saya belum lama, Kalau ijin usaha kita nggak punya, disini saya cuma ijin tempat saja disini,” ungkap Indra saat ditemui di lokasi.

Indra menambahkan, BBM yang didapatkannya bersumber dari buangan mobil resmi Pertamina yang melakukan pengiriman pada industri dan sisa BBM itu ditampung kemudian dipasarkan lagi dengan harga dibawah standar.

“Istilahnya dapat kencing dari mobil resmi Pertamina, hasil kencing didapat unit Pertamina dari dalam kota maupun dari luar kota, kami menampung dengan harga 800 ribu per drum,” kilah Indra.

BBM itu ditampung dan dipasarkan lagi ke tiap tiap industri yang ada di wilayah Balaraja dan sekitarnya, pengiriman melalui delivery order (DO) teman, untuk harganya kita dibawah standar Pertamina,” ujar Indra.

Indra mengaku dalam dua pekan bisa mendapatkan pasukan BBM jenis solar sebanyak 2,5 ton secara ilegal

Pantauan di lokasi masih terlihat puluhan drum BBM yang siap dipasarkan

(Team-Red)

Facebook Comments