Tangerang | derapfakta.com, Sebut nama RS di wilayah Jatiuwung Tangerang kota dimana oknum dokter atas nama (AD) dengan kasus dugaan tindakan melakukan aborsi paksa terhadap sang kekasihnya, korban LYP (25) warga Kec.Balaraja Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa AD seorang dokter yang bekerja di RS.DD Jatiuwung Tangerang Kota.

LYP pun menjelaskan kepada awak media, kalau dirinya dipaksa untuk menggugurkan janin nya di tempat kos-kosan di wilayah Rawa Buntu Serpong Tangsel pada April 2020 lalu, dan menurut keterangan AD pada saat itu, kalau obat tersebut didapat dari tempat iya bekerja.

**** BACA JUGA Kasus Aborsi Paksa Oleh Oknum Dokter di Tangerang, Kini Buka Laporan Ke Pihak IDI Kota Tangerang

“Saya pernah disuruh dan akan dikasih resep untuk menebus obat jenis (MPT) di RS DD dimana iya tempat bekerja, pada saat itu saya tidak mau karena saya ingin mempertahankan janin yang saya kandung, tuturnya.

Foto : Korban Dugaan Aborsi Paksa
Foto : Korban Dugaan Aborsi Paksa

Pada saat itu iya datang dan membawa obat penggugur kandungan, dan saya tanya dapat dari mana, jawab AD “dapat dari tempat iya bekerja, terangnya.

Sementara saat dikonfirmasi ke pihak RS.DD Jatiuwung, Dr.M.Herli selaku wakil direktur RS.DD kepada derapfakta.com, membenarkan kalau yang bersangkutan (AD) pernah bekerja disni sebagai dokter umum, jelasnya pada Senin (15/2/2021).

namun iya sekarang sudah lama resign, dia mengundurkan diri dengan alasan urusan keluarga, ucapnya lagi.

**** BACA JUGA Kasus Dugaan Aborsi Oleh Oknum Dokter di Tangerang, MKEK IDI Cabang Banten Akan Panggil Yang Bersangkutan

Terkait obat yang untuk menggugurkan kandungan, saya tidak tahu, karena di rumah sakit kami ini tidak bisa mengeluarkan obat jenis yang dikmaksud itu sembarangan, sebab harus benar-benar ada resep dokter, dan tempat obat tersebut secara terpisah dan terkunci hanya orang tertentu yang bisa mengeluarkan pada golongan jenis obat semacam itu, terangnya.

Kalau orang yang dimaksud memang benar pernah bekerja disini, dan terkait dugaan yang dilakukannya itu yang pastinya diluar dari ruang lingkup RS, jika itu terjadi dari rumah sakit kami tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut, paparnya.

Semantara ditempat lain, LD (40) selaku ibu korban menambahkan, dari pihak kuasa Hukum kami pernah melayangkan surat somasi kepihak RS.DD, dan selang tidak lama oknum dokter (AD) dikabarkan risegn, ucapnya.

Kami akan tetap melakukan upaya menempuh jalur Hukum atas tindakan oknum dokter terhadap anak saya, karena upaya yang kami tempuh secara baik-baik, namun si AD memang tidak punya etikad baik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, geramnya.

**** BACA JUGA Kerap Dicatut Namanya Dalam Penarikan Motor Oleh Debt Collector, Sang Pengacara Ini Akan Tempuh Jalur Hukum

Dengan kuasa hukum kami, kami sudah melakukan laporan pengaduan dan sudah memenuhi panggilan ke pihak Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) dengan nomor Registrasi 23/P/MKDKI/VII/2020, pada Rabu (3/2/2021) lalu.

Tidak disitu saja, kami juga sudah melaporkan ke IDI Tangerang Kota dan informasinya sudah diteruskan ke bidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Banten, tutupnya.

(RyAN)

Facebook Comments