Cikande | derapfakta.com, Jalan raya cikande – songgom desa parigi kecamatan cikande kabupaten serang hampir terputus akibat tergenang air setinggi 1 meter, ini terjadi akibatkan tidak ada nya saluran drainase di titik banjir, Sabtu (06/02/21).

Pantauan media derapfakta.com tidak adanya saluran drainase di lokasi titik banjir, hal ini diperparah saluran got yang seyogyanya untuk aliran air diduga ditutup cor semen tepat di depan PT IKI bersampingan dengan PT Inti global terletak di desa parigi, entah disengaja atau tidak seharusnya setiap sisi jalan harus ada saluran drainase karena tata ruang nya seperti itu.

Muhaimin (40) warga desa songgom saat ditemui awak media derapfakta.com dilokasi banjir mengatakan bahwa genangan air setinggi sekitar 1 meter ini sangat mengganggu aktifitasnya.

” ya pak, saya tiap hari jalan sini tapi sekarang tidak bisa lewat karena banjir sekitar 1 meteran, saya berharap dibuat saluran drainase biar tidak banjir ” ucap muhaimin.

Bukan hanya akses jalan tersebut yang tergenang air melainkan perkampungan dibelakang pabrik tersebut turut tergenang air hingga akses jalan terputus.

Seperti kampung parigi wetan rt 04 rw 04 desa parigi kecamatan cikande ini terletak dibelakang pabrik tersebut tiap musim hujan menjadi langganan banjir sampai saat ini masih tergenang air bahkan memutus akses jalan menuju kampung tersebut.

Seperti di katakan salah satu warga tersebut Mumu (31) mengatakan kampungnya terendam diakibatkan saluran air diduga tertutup oleh pabrik tersebut, bahkan setiap musim hujan kampungnya langganan banjir.

” hampir tiap hujan seperti ini pak, penyebab banjir selain air hujan juga meluap nya air cidurian, di tambah irigasi jalan air tidak lancar dikarnakan ke tutup pihak prushaan Pt Inti global dan Pabrik yang produksi baja ringan pak ” ujar mumuh.

” saya berharap ada solusinya hampir tiap musim hujan seperti ihi (banjir -red) dulu pernah warga sini temuin pihak pabrik untuk membuat saluran air agar kampung saya tidak langganan banjir namun janji janji terus ” tukas mumu mengakhiri.

(Syt)

Facebook Comments