Tangerang | derapfakta.com, Menindak lanjuti kasus dugaan pemaksaan aborsi yang di lakukan salah satu oknum dokter di Tangerang, korban LYP (25) yang notabene kekasih snag oknum dokter tersebut, dengan didampingi LDA (44) selaku ibu korban mengaku siap membeberkan keterangan terkait persoalan tersebut.

“Hari ini tanggal 3 Februari 2021 saya di panggil sidang tertutup, saya siap memberikan keterangan yang butuhkan oleh pihak MKDKI Jakarta,” ungkap LDA ucapnya kepada derapfakta.com pada Rabu  (3/2/2021).

Dengan didampingi kuasa Hukum yang saya tunjuk, Saya berharap melalui sidang di MKDKI ini akan ada titik terang untuk mendapat keadilan untuk putrinya, dimana oknum dokter AD melakukan pemaksaan aborsi terhadap putri saya (LYP) yang saya ketahui ada hubungan khusus (pacar) oknum dokter tersebut.

Sebelum nya saya sudah mencoba bicarakan baik-baik dengan oknum dokter ini, bahkan sampai dengan keluarganya, namun memang dia tidak ada etikat baik, saya pilih menempuh jalur Hukum, terangnya. 

“Saya pengennya aknum dokter ini mendapat sanksi berat dari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) atas perlakuannya terhadap anak saya,” harapnya.

Dikatakannya, kasus aborsi yang dilakukan oleh seorang oknum dokter berinisial AD terhadap putrinya yang berinisial YLP (25) terjadi pada April 2020 yang lalu dan telah dilaporkan ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) dengan nomor Registrasi 23/P/MKDKI/VII/2020.

“Saya maunya oknum dokter ini dicabut izinnya oleh pihak MKDKI, gimanapun juga menurut saya dia sudah melanggar kode etik sebagai seorang dokter,” tegas LDA.

Ditegaskannya, meskipun pihak MKDKI mengajaknya untuk berdamai, namun bagi LDA belum bisa menerima, sebab pernah diabaikan oleh oknum dokter dan keluarganya.

“Mau damai sudah terlambat, dulu saya pernah memohon kepada mereka, namun tidak ada kata damai dan tanggung jawabnya, malah saya ditantang untuk melapor, saat ini saya menghadapi apapun resikonya” tegas LDA.

(Ryan)

Facebook Comments