Cilegon | derapfakta.com, Hasil dari temuan yang didapatkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Keadilan Masyarakat Banten (FKMB), Iwan Setiawan selaku Ketua Menyampaikan beredarnya rokok merek HIT MAN, CARTEL, HIT BOLD diwilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

“Merek Roko HIT MAN, CARTEL, HIT BOLD sangat laku keras diwilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, yang diduga rokok tersebut tidak memiliki Bea Cukai alias Ilegal”, jelas Iwan saat dikonfirmasi melalui telfon selulernya (Senin,11/01/21).

Iwan memamparkan saat dirinya menemui penyalur rokok tersebut yang berinisial (I)
“saat saya menemui penyalur rokok yang berinisial (I), dan mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut sodara (I) menyampaikan bahwa petugas yang diduga Oknum Pegawai Bea Cukai Merak yang berinisial (B), telah mendatangi dirinya untuk melakukan pemeriksaan, dan pada saat saya memepertanyakan bukti kedatangan Oknum Pegawai Bea Cukai Merak tersebut.

Lanjut, yang berinisial (I) menyerahkan beberapa dokumen, yang dimana dokumen tersebut adalah “Berita acara Serah Terima Pengangkutan Barang dan Surat Bukti penindakan”, yang dimana disudut kiri dokumen tersebut bertuliskan Form “PBC 2.13 Kementrian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Banten.

Berdasarkan surat tersebut saya berasumsi diduga bahwa ada oknum Bea Cukai Banten yang bermain untuk mencari keuntungan sendiri” jelas Iwan.

Iwan pun menegaskan bahwa dirinya akan mengumpulkan dan menyerahkan dokumen yang dimilikinya kepada pihak Penegak Hukum agar segera ditindak lanjuti informasi ini dan diberikan sanksi kepada penyalur rokok ilegal dan oknum pegawai Bea Cukai sesuai dengan hukum yang berlaku dinegara kita.

“kami akan menyerahkan laporan informasi ini kepada penegak hukum, seperti halnya dokumen hasil Berita Acara Serah Terima Pengangkutan Barang, Surat Bukti Penindakan, yang diterima oleh sipenjual dari Oknum Bea Cukai Merak beserta Jenis Rokok yang dijualnya dan kami berharap pihak penegak hukum agar segera bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku dinegara kita,” tegas Iwan.

Sementara itu saat awak media menyambangi kantor Bea Cukai merak untuk mengkonfirmasikan hal ini kepada Petugas yang diduga sebagai oknum pihak keamanan menyampaiakan bahwa dirinya tidak masuk kantor.

“Oh kalau bapak yang berinisial (B) mah ga masuk kantor dari pagi soalnya ga keliatan” jelas keamanan yang bernama Ahmad Isa.

(Syt/Red)

Facebook Comments