Tangerang | derapfakta.com, Akibat dugaan kuat adanya penyimpangan dalam pelaksanaan bantuan Covid-19 yang terjadi di kepemerintahan Ds.Taban Kec.Jambe Kab.Tangerang, LSM BP2A2N Kabupaten Tangerang surati pemerintah Desa Taban Kecamatan jambe perihal realisasi penggunaan anggaran Dana Desa dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Hal tersebut, berdasarkan laporan informasi warga yang datang Ke kantor sekretariat LSM BP2A2N terkait adanya dugaan tumpang tindih bantuan serta kurangnya keterbukaan informasi yang jadi penyebab timbulnya kegaduhan, Padahal pernah terjadi adanya bantuan dana Covid-19 yang tak diberikan oleh oknum Pemerintah Desa Taban kepada Atas Nama yang berhak mendapatkanya.

Namun karena masih ada etikat baik dari Pemerintah Desa pada saat itu maka semua bisa diselesaikan dengan mengedepankan musyawarah antara pihak terkait dan pemerintah Desa Taban.

Dari informasi yang diberikan Warga Diduga Ada beberapa Nama warga Desa Taban telah mendapatkan bantuan baik bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa Taban Kecamatan Jambe, hal ini tentu telah menimbulkan ke gaduhan dan kecemburuan sosial di masyarakat khususnya bagi masyarakat yang terdampak Covid 19 yang tidak mendapatkan Bantuan apapun.

Ahmad Suhud Selaku Direktur Eksekutif LSM BP2A2N kabupaten Tangerang telah melayangkan surat ke pemerintah Desa Taban kecamatan Jambe terkait realisasi penggunaan Anggaran Dana Desa yang untuk bantuan langsung tunai (BLT) covid-19, karena disini ada dugaan data penerima bantuan tumpang tindihnya, bantuan baik dari Pemerintah Pusat, pemerintah Daerah serta Pemerintah Desa Taban Kecamatan Jambe itu sendiri, terang Suhud.

Berdasarkan dari aduan dari masyarakat Desa Taban Kecamatan Jambe, dan kemudian Tim LSM BP2A2N Kabupaten Tangerang yang langsung melakukan Investigasi diwilayah Desa tersebut, disini kami telah menemukan dugaan ada nama-nama yang double dalam mendapatkan bantuan, dan ini sangat menyakiti hati masyarakat Desa Taban yang tidak mendapatkan bantuan, karena masih banyak masyarakat yang layak untuk mendapatkanya, bagaimana pun mereka juga berhak mendapartkan itu, namun terkesan tidak mendapat perhatian dari pemerintah Ds.Taban sehingga banyak yang tidak mendapatkan bantuan tersebut dan seakan pemerintah desa Taban memberikan bantuan tebang pilih, ucap Suhud pada Rabu (30/12/2020).

Atas hal ini saya atas nama dari LSM BP2A2N kabupaten Tangerang mengambil sikap dan menyurati pemerintah desa Taban kecamatan Jambe, dan atas dasar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU-KIP), pemerintah Ds.Taban kami berharap bisa terbuka, tutupnya.

(Ryan-red)

Facebook Comments