Tangerang | derapfakta.com, Puluhan pedagang kaki lima yang hampir dua bulan terakhir telah memanfaatkan area disepanjang dipinggir jalan kantor pos jembatan Kp. Bugel Kelurahan Kadu Agung untuk mengais rezeki oleh mereka, hal tersebut demi menyambung hidup untuk keluarga mereka dimana sulitnya mencari rezeki di situasi pandemi selama ini.

Namun setelah beberapa bulan ini para Pedagang berdagang diarea tersebut, kini ditertibkan oleh pihak pemerintah kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang serta unsur instansi yang lain.

Sontak para pedagang mengeluh akibat lapak dimana mereka berjualan selama ini harus di kosongkan, Rabu malam (23/12/2020).

Kami hanya para pedagang yang menggantungkan hidup dari kami berdagang pak, kalau kami dilarang jualan disini kenapa didalam kawasan pemda lapak-lapak di biarkan dan ada beberapa titik diwilayah kecamatan Tigaraksa tidak ditertibkan juga, terus anak istri kami mau di kasih makan apa pak kalau kami tidak jualan, keluh salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Kami mohon kebijakan lah, dan kami juga meminta bapak Bupati memikirkan nasib kami dan meminta solusi agar kami bisa tetap berjualan, tambahkan.

Sementara Sahdi Gugun pemilik wahana mainan (Balon-red) ikut mengeluh, kami sudah bayar kontribusi lapak pak kemarin sama seseorang sebesar 2 juta setengah perbulan, tapi kalau diberhentikan oleh pemerintah, kami seluruh pedagang disini merasa kecewa dan dirugikan, bagai mana nasib kami kalau kami tidak diperbolehkan lagi buka disini, ucapnya.

Diteruskan, Para pedagang datang untuk meminta dukungan Moril ke LAPBAS Kabupaten Tangerang, kedatangan para pedagang tersebut ditanggapi dengan Baik, dan LAPBAS akan berupaya komunikasi dengan Pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang Perihal adanya permintaan dukungan Moril oleh para pedagang Kaki Lima ucap Teguh Selaku Ketua LAPBAS Kabupaten Tangerang.

Sementara Ahmad Suhud selaku Sekertaris DPC Ormas Lapbas Kabupaten Tangerang mengatakan, untuk menyikapi keluhan para pedagang kaki Lima kami akan coba membantu komunikasi dengan pihak pemerintah, Suhud minta pemerintah daerah kabupaten Tangerang juga tidak tutup mata dan harus bisa memberikan solusi untuk kelangsungan hidup para pedagang serta keluarganya, kini mereka mengeluh lantaran diketahui sudah tidak boleh berjualan diarea tersebut, terang Suhud.

Mereka menggantungkan hidup mereka dengan herdagang, merek memilih berdagang disitu kemungkinan mereka ada sedikit lebih ada pendapatan dibanding dagang di wilayah yang memang sepi yang beli, terang Suhud.

Suhud juga akan menagih Janji Camat Tigaraksa yang akan merelokasi para pedagang namun sampai saat ini belum ada realisasinya, ucap para pedagang yang disampaikan ke kami.

(Ryan)

Facebook Comments