Anyer | derapfakta.com, Dalam mengenang bencana alam tsunami pada bulan Desember 2018 silam yang telah mengantar dataran selat sunda, dampak terjangan tsunami tersebut turut meluluhlantahkan pulau ynag terletak di wilayah Ds. Cikoneng Kec. Anyer Kab.Serang yakni pulau sangiang.

Selain daratan Pulau dibagian sebelah barat pulau rusak dari terpaan dahsyat ombak yang menggulung dan menghantam sehingga dampak tsunami yang masih membekas dibenak warga yang tinggal di pulau tersebut.

Dua tahun telah berlalu, dan kembali masyarakat mulai menata kembali distinasi alam pulau sangiang, hal tersebut tidak lepas dari berbagai instansi pemerintah setempat dan para relawan serta separtisan yang peduli lingkungan, banyak yang tertuju kepada pulau sangiang, pada Senin (21/12/2020)

Kali ini dalam rangka mengenang bencana tsunami tersebut, dari berbagai simpatisan relawan dan instansi pemerintah daerah menyelanggarakan kegiatan sosial peduli pulau sangiang.

Dalam kegiatan tersebut, Team Cekatan (Cikoneng Tanggap Bencana) turut serta dalam kegiatan peduli pulau sangiang tersebut.

Hal yang di ungkapkan ketua Cekatan Sudari Menyampaikan,
hari ini kita dari Cekatan turut andil dalam kegiatan peringatan II Tahun Tsunami Selat Sunda tepatnya yang dilaksanakan di Pulau Sangiang, terangnya.

Bersama Kepala Desa Cikoneng Nurwahdini ada Bapak Riky Suhendra ketua DPRD Kab. Serang dari fraksi partai Demokrat dan di ikuti oleh beberapa organisasi yaitu Pena Masyarakat, Walhi Jakarta, KIARA, Trend Asia, Sibat PMI Kec. Anyar, Jasenk Adventure, dan dari masyarakat pemuda pemudi Desa Cikoneng, imbuhnya.

Pelaksanaan kita melakukan bersih-bersih sampah di pesisir barat pulau sangiang, dan memeng kita ada keterbatasan alat untuk penataan pantai yang banyak sampah, namun alhamdulillah telah cukup maksimal, usai dihantam ombak Tsunami dan memang butuh waktu yang cukup panjang untuk memulihkan keasrian pulau sangiang seperti sedia kala, karena pulau sangiang adalah pulau yang dihibahkan dari datar ratu Lampung untuk masyarakat Cikoneng, jadi bisa disebut tanah wilayat, jelasnya.

Dan masyarakat yag bermukim disini juga masih keturunan Lampung, dan sejarahnya memang panjang jika untuk diceritakan, tapi masyarakat dan pulau sangiang termasuk distinasi wisata yang banyak para wisatawan yang datang kesini.

Kita berharap, semoga pulau sangiang bisa pulih kembali dan tidak ada lagi bencana tsunami melanda selat sunda, tutupnya.

(Syt)

Facebook Comments