Kota Tangerang | derapfakta.com, Menindak lanjuti pemberitaan dan surat konfirmasi yang dilayangkan dari ALTAR (Aliansi Lembaga Tangerang Raya) terkait dugaan penahanan Izasah Siswa-siswi Sekolah SMKN7 Kota Tangerang Itu Tidak benarkan.

Hal tersebut saat di klarifikasi, H. Hirafatiah M.Pd selaku kepala sekolah saat di temui, dengan didampingi H. Syamsudin selaku bidang kesiswaan dan Ningsih staff TU, Kepala sekolah menyampaikan dan memberikan kronologis yang sesungguhnya.

H. Hirafatiah mengatakan jika penahanan Izasah seperti yang telah diterbitkan beritanya, dan sekali gus menanggapi surat dari ALTAR, bahwasanya kami tidak melakukan dugaan penahan Izasah Siswa-siswi lulusan 2019-2020,dan itu tidak benar, tegasnya.

Dari sebelum kelulusan dan sebelum pandemi, diluar wacana dan program sekolah bahwa seluruh siswa-siswi akan mengadakan Tour perpisahan, dan itu sudah jauh-jauh hari, sebelum nya dari pihak sekolahan sudah mengingatkan terkait itu, namun para siswa tetap melanjutkan niatnya untuk Tour acara perpisahan, dan para siswa sendiri yang membentuk kepanitaan, mengingat seluruh siswa adalah anak didik sekolah SMKN7 Kota Tangerang, namun bagaimana pun kami tidak lepas tanggung jawab karena terkait rencana Tour tersebut, terangnya pada Rabu (2/11/2020).

Tetap kami sebagai dewan guru mengarahkan agar wacana tour harus dan wajib di setujui oleh orang tua murid, dan itu klier tidak ada masalah atau menjadi suatu beban bagi siswa-siswi juga orang tuanya, sebutnya.

Nah pas akhir kelulusan acara batal karena disebabkan pandemi Covid-19, jelasnya.

Sementara H. Syamsudin selaku bidang kesiswaan menambahkan, apa yang disampaikan kepala sekolah itu benar, dan untuk penahanan Izasah itu tidak ada sangkut paut nya dengan Tour, karena pembernagkatan untuk Tour itu sudah mencapai 70% berjalan, dari urusan administrasi trevel serta penginapan, Kaos, BTS dan yang lain-lainnya, ucap Syamsudin.

Akibat pandemi semua batal, saya hanya mendapatkan titipan dari pihak trevel apa yang belum diselesaikan admintrasinya, karena semua sudah terakomodir, dari pihak trevel inilah panitia tour ada yang belum terselesaikan, jelasnya lagi.

Dan data siswa-siswi yang belum menyelesaikan sisa administrasi hanya peruntukan yang sudah tersedia dan itu dikembalikan pihak trevel untuk diselesaikan melalui kami, sekarang siswa-siswi sudah pada tidak ada, jadi bukan kami menahan Izasah, dan untuk siswa-siswi yang hendak mengambil Izasahnya silahkan hubungi ibu Ningsih dan saya pastikan tidak ada Embel-embel Ganti rugi, mereka sekolah gratis disini dan wajib mendapatkan Izasah tanda kelulusan, ucapnya.

Kami ucapkan terimakasih atas kepedulian dari rekan-rekan ALTAR dan kami sangat mengapresiasi atas kinerja dari rekan-rekan sebagai bentuk kontribusi sebagai sosial kontrol, terangnya.

Sementara itu, Ahmad Suhud SELAKU Direktur Exsekutif Lembaga BP2A2N dan ketua dari forum ALTAR menyampaikan, saya dan Taslim Wirawan (Sekjen ALTAR) sekaligus Ketua Umum LSM Seroeja yang juga turut hadir disini guna konfirmasi dan klarifikasi terkait aduan dari beberapa orang tua walimurid terkait izasah anaknya, jelasnya.

Setelah kami menerima pemaparan dari pihak sekolah SMKN7 Kota Tangerang, bahwa hal tersebut merupakan bentuk Miss komunikasi antara pihak sekolah dan wali murid namun ketika semua yang berkaitan hadir dalam acara Audiensi yang diadakan Hari Rabu tanggal 2 Desember kemarin yang juga dihadiri semua pihak maka komunikasi terjalin dengan baik dan mempersilakan pihak wali murid untuk mengambil ijazah anak-anaknya, tutup Suhud.

Taslim Wirawan (Ketua Umum LSM Seroeja), sedikit saya tambahkan, Polemik yang sempat mencuat tentang dugaan penahanan inasah oleh SMKN 7 kota tangerang itu hanya mis komunikasi dan salah paham, setelah kami bersurat dan dilakukan audensi semuanya sangat jelas bahwa pihak sekolah tidak pernah menahan dan mempersulit pengambilan ijasah siswa tersebut, hal semacam inilah yang kadang kadang kita salah menafsirkan, ucapnya.

Tetapi setelah diadakannya audensi dari kami ( Altar) dan pihak sekolah yang di wakili Bpk syamsudin dan ibu Ningsih semuanya cukup benderang dan tidak ada yang di persoalkan, dan siswa yang sudah luluspun bebas mau mengbil izasahnya tanpa di pungut sepeserpun biaya, asal jangan jam setelah lepas jam kerja saja, seperti yang dijelaskan kata pak syamsudin tadi, tutupnya.

(red)

Facebook Comments