Tangerang | derapfakta.com, LSM BP2A2N layangkan surat konfirmasi ke pihak Sekolah SMK 8 Kabupaten Tangerang perihal adanya dugaan praktik jual beli seragam sekolah tersebu, dan itu dibenarkan oleh Ahmad Suhud selaku Direktur Exsekutif Lembaga BP2A2N saat ditemui pada Senin (30/11/2020).

Terkait adanya praktek jual beli Seragam itu tidak dibenarkan di sekolah mana pun, dalam Peraturan Mendikbud No. 44 tahun 2012 yang mengarah tindakan pungli adalah, adanya biaya seragam sekolah, dan saat ini dugaan praktek jual beli seragam terjadi di SMKN 8 Kabupaten Tangerang, dan itu bagian dari tindakan pungli karena salah satu item yang dimaksud jual beli Seragam, ucap Suhud.

BACA JUGA **** LSM BP2A2N Pertanyakan SMK Kharisma Panongan, Diduga Ada Indikasi Melakukan Peraktek Pungli

Ahmad Suhud menambahkan, untuk situasi saat ini sangat miris sekali adanya praktek-praktek yang mengarah ke tindakan pungli di dunia pendidikan kita, polemik yang terjadi di SMKN 8 mereka menentukan harga tanpa adannya musyawarah terlebih dahulu untuk pemungutan anggaran seragam.

Foto : Ahmad Suhud Direktur Exsekutif Lembaga BP2A2N
Foto : Ahmad Suhud Direktur Exsekutif Lembaga BP2A2N

Jadi dari barang bukti kwitansi saya sudah melayangkan surat konfirmasi kepada pihak sekolahan, tutupnya.

Sementara dilain tempat, yang disampkan oleh “J” salah satu warga Kecamatan Jambe yang juga salah satu orang tua/wali Murid disekolah tersebut bahwa biaya seragam ini sangat memberatkan dan membebankan Masyarakat khususnya seperti saya, keluhnya.

BACA JUGA **** Pungutan Embel-embel Ganti Rugi Perpisahan, Diduga SMKN 7 Tangerang Menahan Izasah Siswa-siswi Yang Belum Bayar

Anak saya harus bayar Werpack dengan Harga Rp. 185.000, Seragam Olah raga Rp. 160.000, Batik dengan harga Rp. 125.000,
Pakaian Muslim Rp. 150.000, Seragam dan Taruna Rp. 350.000, jumlah total keseluruhan Rp. 970.000 yang harus saya bayar, keluhnya.

Untuk pembelian seragam kalau saya belum pernah mendapatkan undangan Rapat Orang Tua/wali Murid terkait pembahasan seragam sekolah, ungkapnya.

Sebenarnya saya terbabani untuk hal ini, disaat sulitnya masyarakat seperti saya ini yang terhimpit ekonomi terdampak Covid-19 harus bayar seragam, terangnya.

(red)

Facebook Comments