Tangerang | derapfakta.com, Terkait masalah Video yang Viral disemua group Media di Nusantara tentang adanya stadment dari ketua APDESI Kabupaten Sukabumi tentang ujaran kebencian berupa ungkapan perlawanan kepada Media dan LSM, hal tersebut membuat seluruh unsur media meradang.

Ahmad Suhud yang merupakan team ALTAR (Aliansi LSM Tangerang Raya) yang selaku Direktur Exsekutif Lembaga BP2A2N angkat bicara, ” Stadment yang dikatakan oleh Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi merupakan bentuk dari ungkapan kebencian pada insan Pers, hal ini dapat melahirkan bentuk gep hubungan antara pemerintah Desa dan rekan Media. Apalagi Videonya tersebar di Media sosial”.

” Jelas hal ini berujung pada penutupan akses semua media pada kemajuan desa di wilayah Kabupaten Sukabumi, ” ujar Suhud, pada Rabu (25/11/2020).

” Taslim Wirawan selaku ketua Umum LSM Seroenting Jata Indonesia (Seroeja) yang bagian dari kepengurusan ALTAR (Aliansi LSM Tangerang Raya) menambahkan, Menurut informasi yang Saya terima melalui kawan-kawan Media di Kabupaten Sukabumi, awalnya mereka (APDESI) mendapat laporan anggotanya (Kepala Desa) terkait adanya salah satu Kepala Desa di sana yang di panggil untuk audensi oleh salah satu kawan LSM terkait tentang adanya dugaan penggelapan aset Desa,” ucapnya.

” Tapi tidak seharusnya Stadmentnya seperti menyamaratakan, hal ini menimbulkan keresahan dan bisa menjadi bentuk unsur sara, sehingga berujung membunuh karakter rekan media, bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, tapi seluruh Indonesia,” terangnya.

” Saya berharap ada itikad baik dari yang melakukan Stadment, yang mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi untuk mengklarifikasi stadmentnya tersebut. Karena Kita Media bekerja sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan UU no. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” Tegasnya.

Saat ini seluruh media dan LSM senusantara di pada umumnya pasti mengecam keras stadment yang dilakukan oleh Ketua APDESI Kabupaten Sukabumi.

Kami dari ALTAR ynag berada di Kabupaten Tangerang beberapa organisasi media sudah siap akan melakukan gugatan Hukum atas Stadment yang sudah Viral di Media Sosial tersebut, tutupnya.

(Red)

Facebook Comments