Tangerang | derapfakta.com, Meski penyegelan sudah dilakukan oleh pemerintah Kab. Tangerang terkait keberadaan galian C yang berada di wilayah Kp.Cayur Tegal Ds.Ranca Ilat Kec. Kresek Kab.Tangerang.

Namun aktifitas Galian tersebut tetap beroperasi, bahkan warga pernah melakukan tanda tangan melalui RT, bahwa warga menolak adanya galian tersebut, hingga pernah ada aksi dan akhirnya ditutup dan disegel oleh pemerintah Kabupaten Tangerang.

Meski sudah dilakukan penyegelan oleh pemerintah Kabupaten, tampak dilokasi aktifitas Galian C tersebut mulai kembali.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya, terus terang kami sudah lelah pak atas keberadaan aktifitas Galian tanah yang kami rasakan sangat meresahkan dengan hilir mudiknya dumtruck yang gede-gede, yang kami khawatirkan akan terjadi kecelakaan pada warga sini, kan banyak kejadian kecelakan yang dimuat berita di media kalau banyak yang kecelakaan dengan kendaraan dumtruck pengangkut tanah, terangnya.

Gak lama ini, informasinya sempat ada penyitaan kunci beko seperti dari aparat dan disaksikan oleh Camat Kresek, tapi mulai semalam Galian tanah mulai lagi, pada Sabtu (21/11/2020).

Dan yang parahnya lagi, bekas Galian di urug limbah kopi, sehingga menimbulkan aroma yang tidak sedap, ucapnya.

Kami dan warga sudah kelewat sabar, hari ini ada beberapa warga melakukan aksi protes penolakan Galian dimulai kembali.

Kami berharap pemerintah terkait tolong yang serius nangani persoalan ini, jangan terkesan dilindungi, itu jelas sudah terpampang Segelnya, tutupnya.

Sementara Ahmad Suhud selaku Direktur Exsekutif Lembaga BP2A2N angkat bicara, ini harus ditindak, karena jelas lokasi gal8a tersebut sudah ditutup oleh pemerintah, jadi tidak ada toleransi lagi, ada nya penyegelan diduga proyek Galian 5ersebit tidak ada izin, ini masih melakukan tindakan secepatnya, Satpol PP Kab Tangerang seharusnya selalu melakukan pemantauan disetiap ada kegiatan yang sudah di Segel, jangan terkesan tutup mata, terang Suhud.

Untuk pelaku yang telah membuang limbah kopi, kami akan Layangkan Surat ke pihak perusahaan yang sudah melanggar peraturan, jelas tindakannya sudah melakukan pencemaran udara, baik lingkungan dan masyarakat sekitar, dan saya sampaikan juga pihak DLHK Kab. Harus menangani hal ini, pungkasnya.

(red)

Facebook Comments