Jawilan | derapfakta.com, PT. Pahala Sukses Bersama (PSB-red) yang terletak di Kampung Wanasari Kidul, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Propinsi Banten yang memproduksi tepung ikan yang keberadaanya dirasakan sangat menggangu kepada masyarakat, Sebab bau busuk yang dikeluarkan dari perusahaan diduga telah melakukan pencemaran lingkungan dan pencemaran polusi udara.

Saat dikonfirmasi Mahmud selaku Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua Satgas TTKKDH Kecamatan Jawilan, Sabtu (14/11/2020) mengatakan Kami selaku tokoh masyarakat Kampung Wanasari, Desa Junti, Kecamatan Jawilan menerima keluhan dari masyarakat terkait bau busuk yang dikeluarkan dari PT. Pahala Sukses Bersama.

“Kami menerima keluhan dari Masyarakat terkait bau busuk dari PT. Pahala Sukses Bersama, Dan kami mendatangi perusahaan untuk konfirmasi penyebab bau busuk yang dikeluarkan oleh pabrik, Masyarakat jelas untuk minta pabrik tutup sebab sangat menggangu keberadaannya apalagi malam hari masyarakat susah tidur karena terganggu pernapasannya karena udara sekitar beraroma tidak sedap, “Ucapnya.

Sementara itu Ajim warga kampung pabuaran desa Junti saat ditemui awak media menuturkan bahwa yang dia rasakan bau tidak sedap sangat mengganggu dan berharap pabrik tidak keluarkan bau lagi, ” memang tadi warga datang ke pabrik warga spontan karena bau busuk, intinya warga tidak bau aja”Ujarnya.

Saat menjelaskan kepada media Imam staf humas PT. Pahala Sukses Bersama menjelaskan bahwa yang namanya bau tidak bisa dihilangkan, bau tersebut berasal dari blower kami yang sedang trable.

“Di pasar ikan saja tidak bisa hilang baunya jadi bau yang ada di perusahaan hanya bisa kita minimalisir dan tidak bisa dihilangkan, Kami baru empat hari buka Pabriknya”Ungkapnya.

Bau menyengat dari PT Pahala Sukses Bersama (PT PSB) yang baru empat hari beroperasi beberapa memang menimbulkan aroma bau busuk yang tidak sedap hingga warga rasakan sesak, selanjutnya warga sekitar pabrik berharap pihak perusahaan dapat mengatasi permasalahan bau yang keluar dari dalam pabrik tepung ikan.

(Syt)

Facebook Comments