Serang | derapfakta.com, Kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Modern Panel Indonesia pada hari Jumat, 30 Oktober 2020 yang menimpa pekerja Solis Sodikin membuat PT. Modern Panel Indonesia angkat bicara mengenai pembiayaan korban kecelakaan kerja yang pada saat ini masih di rawat di Rumah Sakit HERMINA Ciruas.

Menurut Lusia saat memberikan tanggapannya, Kamis (05/11/2020) selaku HR Industrial Estate Department Head mengatakan bahwa kronologi kejadian kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Modern Panel Indonesia bahwa Solis Sodikin bukan pekerja dari PT Modern Panel Indonesia melainkan adalah pekerja Borongan dari Pemborong atas nama Dony Gunata.

Yang artinya pemberi kerja Solis Sodikin adalah Dony Gunata, dalam hal ini yang terikat kontrak kerja dengan PT Modern Panel Indonesia adalah Dony Gunata, bukan Solis Sodikin dengan PT. Modern Panel Indonesia.

****BACA JUGA Korban Laka Kerja Meminta Pihak PT Modern Panel Indonesia, Untuk Biaya Pengobatan di RS Hermina

Masih menurut Lusia, PT. Modern Panel Indonesia tidak ada keterikatan dengan pekerja Solis Sodikin, dalam kasus kecelakaan kerja tersebut, PT Modern Panel Indonesia sudah memberikan pertolongan pertama dengan membawa ke Klinik dan dilanjutkan dibawa ke Rumah Sakit HERMINA Ciruas serta melakukan pembiayaan terlebih dahulu biaya Rumah Sakit sampai dengan hari ini.

Pembiayaan ini seharusnya juga menjadi tanggung jawab pemborong Dony Gunata (sesuai dengan Kesepakatan Kerja yang ditandatangani oleh Dony Gunata dengan PT Modern Panel Indonesia per tanggal 17 Oktober 2020 dimana terdapat klausul kewajiban bantuan kecelakaan kerja disepakati pemborong 70% dan PT Modern Panel Indonesia 30%).

“Terkait adanya berita bahwa PT Modern Panel Indonesia memutuskan biaya
Rumah Sakit itu tidak benar dikarenakan sampai saat inipun pasien masih dirawat dan itu masih menggunakan biaya dari PT. Modern Panel Indonesia.

Pihaknya sudah berinisiatif baik membayarkan terlebih dahulu (menalangi) biaya RS pasien SS dan sampai dengan saat ini tagihan Rumah Sakit masih dibayarkan dan tidak ada pembicaraan apapun terkait pemutusan biaya, dan belum ada konfirmasi dari pemborong Dony Gunata untuk pertanggungjawaban sebagian biaya Rumah Sakit ” jelasnya.

(Red)

Facebook Comments