Tangerang | derapfakta.com, Menjadi pertanyaan publik dimana Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kharisma Panongan Kec.Panongan Kab.Tangerang pada kelulusan siswa siswi tahun ajaran 2019-2020 ada yang janggal dan terkesan berbau pungli, pasalnya menurut keterangan dari narasumber yang tidak mau disebutkan, dari salah satu siswa yang baru lulus di SMK Kharisma Panongan tersebut, bahwa dirinya yang baru lulus setelah mengikuti UAS, selesai UAS pihak sekolahan memberikan pengumunan kalau seluruh siswa-siswi yang lulus akan mengadakan Tour yang tujuannya ke Jogja, ucapnya.

Untuk anggaran tour tersebut dikenakan biaya sebesar Rp.2.800.000, pihak sekolahan menyampaikan pembagian surat kelulusan siswa-siswi nanti akan dibagikan pada saat Tour di Jogja nanti, makanya seluruh siswa-siswa dari berbagai jurusan yang lulus wajib untuk ikut tour kejogja, ucapnya.

Namun tour ke jogja gak jadi karena pandemi corona, dan uangnya hanya dikembalikan Rp.300.000 saja, pengembalian segitu alasannya untuk foto dan Wisuda, kalau surat kelulusan sudah dibagikan tapi banyak yang gak ikut foto wisuda karena dari berbagai jurusan ada 8 kelas dengan sistem random, terangnya.

Dilanjutkan keterangan dari orang tua murid pada saat itu juga, membenarkan kalau uang untuk tour hanya dipulangkan Rp.300.000, surat kelulusan sudah ada Cuma izasahnya belum di ambil, kalau uang tour dipulangkan segitu ya gimana ya pak, karena kamarin bayar Rp.2.800.000 bela-belain usaha kesana kesini, apalagi kondisi korona yang bener-bener serba sulit, taulah pak “saya juga bingung kenapa gak jadi tour kok duitnya dikembalikan gak sesuai, timpalnya pada awak media.

Sementara dilain tempat, Ahmad Suhud selaku Direktur Eksekutif LSM BP2A2N mengatakan, setelah kami mendapatkan informasi tersebut dan kami langsung menghimpun data bukti dari berbagai narasumber.

Dan kemudian kami juga sudah melayangkan surat konfirmasi untuk meminta penjelasan terkait dugaan perbuatan yang mengarah tindakan pungli tersebut, kami nilai jika benar itu terjadi ini ada dugaan unsur tindakan yang memanfaatkan situasi dalam mencari keuntungan oleh pihak Yayasan SMK Kharisma Panongan, terangnya saat ditemui pada Selasa (03/11/2020).

Saya nilai tindakanya tidak relevan, dimana siswa-siswi lulusan yang sudah membayarkan anggaran untuk Tour sebesar Rp.2.800.000, dan kegiatannya pun batal akibat pandeni, namun anggaran yang sebesar itu dikembalikan tidak sesuai, yakni Rp.300.000, terang Suhud.

Kami masih nunggu jawaban surat konfirmasi kami, hingga sampai sekarang pihak Sekolah Kharisma Panongan belum membalasnya, dan bila tidak ada balasan kami akan kirim surat kedua sebagai bentuk Somasi perihal adanya dugaan praktik pungli di SMK kharisma Panongan tersebut, tegas Suhud.

(Red)

Facebook Comments