Tangerang | derapfakta.com, Lanjutan pembangunan GSG kec.Legok Kab.Tangerang yang bersumber dari dana APBD Kab Tangerang TA 2020, proyek dengan nilai anggaran Rp 1.914.396.000 yang dimenangkan CV. Putra Mandiri Sejati mealui lelang.

Tampak keganjilan pada saat pengerjaan proyek sedang berlangsung, hasil pantauan dilapangan para pekerja terkesan mengabaikan K3, diketahui hal itu waib dilaksanakan yang tertera sarat mutlak yang harus di patuhi oleh para kontraktor sebagai pemenang lelang.

Menyikapi hal tersebut, Sekjed Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LipanHam “Darusamin angkat bicara saat memberikan keterangan kepada media derafpakta.com, Darusamin mengatakan terkait proyek yang diduga ada unsur menyalahi ketentuan, ini dugaan bukti lemahnya pengawasan dari DTRB, pasalya kita lihat saja tanah urukan yang seharusnya tanah merah di pakainya tanah boncos, nemu di mana kali itu tanah, ucapya.

Belum lagi para pekerja nya sama sekali tidak memakai K3 bahkan sendal aja tidak pake, tambah Darus, pada Minggu (25/10/2020).

Sebenarya kita sudah tiada habis pikir fimana petugas PPTK dan PPK yang setiap tahun kasusnya seperti ini terus, kalau gak bisa bekerja ya mundur sajalah.., gak usah di paksakan dan saya yakin masih banyak pegawai yang lain yang mempunya etos kerja yang baik, tambahnya.

Masih Darusamin, belum lagi pembesianya untuk slop itu kok memakai besi limbah dan kondisinya pada di sambung-sambung begitu, kata Darus dengan nada kesal.

Jadi terkesan mengejar omset bukan target kualitas utuk kepentigan masyarakat, sebab ini dana dari masyarakat dan untuk masyarakat, jadi belum bisa disebut Tangerang Gemilang jika masih seperti ini, pembangunan jalan terus akan tetapi tidak sedikit bangunan yang dibangun cepat rusak dan hancur tutupnya.

(Red)

Facebook Comments