Tangerang | derapfakta.com, Beginilah Nasib Sutisna yang menjabat sebagai Sekertaris Karang Taruna Desa Taban dan Sudira sebagai anggota karang Taruna Desa Taban kecamatan Jambe,mereka dipecat tanpa dasar aturan yang jelas.

Semua berawal dari statmen atau pernyataan yang dilontarkan oleh Udin KJM Ketua karang Taruna Desa Taban kecamatan jambe di group internal karang Taruna”Keseluruh Segenap pemuda desa Taban sekali lagi saya mohon maaf tentang masalah anggaran karang taruna, kenapa Ketua tidak bisa berbagi dikarenakan dipihak desa dana tersebut tidak ada, Entah dikemanakan”, Kemudian beberapa pengurus dan anggota minta untuk ditindak sesuai dengan prosedur.

Kemudian Sutisna yang menjabat sebagai Sekertaris karang taruna Desa Taban dan Sudira yang juga anggota Karang Taruna desa Taban berinisiatif mengajukan Surat Tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU Nomor 14 tahun 2008), kepada Pemerintah Desa Taban pada tanggal 29 september 2020 namun belum mendapatkan jawaban dan pada tanggal 07 oktober 2020 Sutisna dan Sudira Kembali mengirimkan surat kedua tentang keterbukaan informasi publik perihal Realisasi pengguanan Anggaran tersebut, namun pada tanggal 01 oktober 2020 keluarlah surat pemberhentian atau pemecatan terhadap Sutisna dan Sudira.

Hal ini tentu tak berdasarkan aturan yang ada dan terkesan sentimen pribadi, terindikasi merlihat dari tanggal surat pemberhentian dimana tanggal surat 01 oktober 2020 dan baru diberikan tanggal 07 oktober 2020, atau bertepatan dengan Surat kedua dilayangkan dan diterima oleh Staf Desa atas nama (Dimas-red), yang notabene putra dari kepala Desa Taban Kecamatan Jambe.

Sutisna yang juga salah satu tokoh pemuda desa taban menyayangkan sikap ketua karang taruna desa taban yang dinila tak profesional dalam menjalankan birokrasi dan manajemen Karang Taruna sebagai lembaga desa, karena saya bersurat pun atas nama pribadi dengan mencantumkan biodata saya karena dengan dasar pernyataan yang dilontarkan udin KJM sebagai Ketua Karang Taruna dan bahkan Sutisna pun dikeluarkan dari group karang Taruna tanpa konfirmasi apapun.

Sutisna meminta kepada kpeala Desa Taban Abidin agar merespon persoalan tersebut dan membalas surat yang kami layangkan.

Hal yang sama pun disampaikan oleh Sudira yang juga sebagi tokoh pemuda Desa Taban sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh ketua karang taruna Desa taban karena bertindak sewenang-wenang bukan berdasarkan aturan yang ada,kami berharap mereka mau membuka soal transparansi anggaran Desa Taban kecamatan Jambe (karang taruna Desa Taban).

Dilain tempat, Ahmad Suhud selaku direktur Eksekutif LSM BP2A2N Kabupaten Tangerang membenarkan kejadian tersebut dan sudah menerima laporan dari pengurus karang Taruna Desa Taban yang dipecat hal ini tentu tak berdasarkan sesuai dengan aturan.

Suhud meminta kepada kepala Desa Taban untuk sigap dalam persoalan ini dan sambil Menunggu surat balasan yang dilayangkan terkait informasi publik yang dilayangkan oleh Sutisna dan Sudira serta apa alasan mereka memecat kedua orang tersebut karena surat yang mereka ajukan bukan atas nama karang taruna melainkan atas nama pribadi dan itu hak setiap warga negara terkait informasi publik jelas didalam UU Nomor 14 tahun 2008 setiap warga negara berhak mendapatkan informasi.

Kami menunggu pihak pemerintah desa terkait balasan Suratnya,pungkasnya.

(Red)

Facebook Comments