Jawilan | derapfakta.com, Perselisihan antara Pejabat (Pj) Kepala desa Abdul rohman (Aden-red) dengan Anggota BPD Keterwakilan Perempuan Yusdiana. S.Ag, M.Pd tampaknya akan berlanjut, pasalnya dalam pertemuan di aula desa tersebut PJ kepala desa junti tidak hadir untuk mengklarifikasi terkait Jatah dua karyawan baru di salah satu perusahaan di kawasan industri Junti, Rabu (7/10/20).

Yusdiana saat ditemui awak media bahwa dirinya merasa difitnah, hal tersebut tidak benar mendapat jatah dua lamaran untuk di disalah satu pabrik yang ada di kawasan industri junti, ” saya atas nama pribadi menyatakan membantah apa yang di ucap PJ kepala desa Junti pa aden bahwa saya telah terima jatah dua orang untuk bekerja di salah satu pabrik di wilayah desa junti ” tukas yusdiana kepada awak media.

Kembali menegaskan bahwa rumor yang berkembang dimasyarakat bahwa dirinya mendapat jatah dua, rumor tersebut terucap dari PJ Kades Junti membantahnya, ” Ada warga junti dan rumornya terus berjalan, saya tegaskan saya tidak merasa terima dan saya tidak merasa tahu, awalnya saya diam saja, tapi datang lagi warga ke saya pulang senam kalau saya habis masukin dua karyawan ke pabrik, lalu saya bilang penerimaan karyawan ini lewat desa saja, BPD hanya sebagai pengawas dan tidak terlibat, lalu saya tanya lagi dari siapa informasi itu warga menjawab dari PJ kepala desa ” ucapnya kembali.

” Saya pernah WA pa aden kalau belum ada penerimaan karyawan saat ini, dalam chat WA kalau beliau bilang dirumah saya ada 50 pelamar belum ada 1 pun pelamar yang diterima, tapi warga saya pernah kerumah bu puji (staf desa junti-red) warga saya bilang bahwa sudah ada penerimaan karyawan baru dua minggu lalu,tapi kok pa aden (PJ) bilang tidak ada tapi staf nya bilang sudah ada penerimaan bahkan 20 orang diterima, saya ingin pa aden mengklarifilasi pernyataannya ini dan juga menyangkut nama baik saya, saya masih menunggu itikad baik Pa Aden mengklarifikasi masalah ini “, tegas yusdiana mengakhiri.

BPD desa junti memutuskan untuk adakan rapat dengan memanggil PJ kepala desa Junti Abdul rohman (aden) agar mengklarifaksi rumor yang berkembang dimasyarakat, tampak Ketua BPD desa Junti (Rigwan) beserta anggota hadir diaula

Desa, namun PJ Kades Junti Abdul rohman tidak bisa hadir dikarenakan ada di kantor Perkim Serang membahas rutilahu, ” Pa Aden tidak bisa hadir karena beliau rapat di Perkim Serang membahas rutilahu ” ujar staf desa (Aceng).

Ketua BPD Rigwan saat ditemui awak media mengatakan sesuai poksi nya BPD adalah mengawasi kinerja pemerintahan desa dan jelas bukan sibuk mengurusi lamaran kerja, ” Saya tegaskan sesuai pasal 31 tentang fungsi BPD adalah mengawasi kinerja pemerintahan desa bukan mengurusi masalah lamaran kerja, jadi saya berharap fungsi dan tugas sebagai BPD dijalankan “, ujar Rigwan Ketua BPD desa Junti Kepada awak media

Saat staf desa (Aceng) dikonfirmasi terkait lamaran kerja yang ada di desa tersebut bahwa staf desa tidak mengetahui ada perekrutan, ” saya sendiri tidak tahu ada penerimaan , PJ sendiri tidak bilang ke saya, tahu tahu PJ masukin lamaran yang katanya 20 orang , malah lamaran yang lama masih ada di meja saya ” ucap Staf desa (Aceng).

Saat berita ini di lansir PJ kepala desa Junti Abdul rohman saat awak media menelpon lewat WA tidak dapat dihubungi.

(syt)

Facebook Comments