Cikande | derapfakta.com, Oknum Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) SDN Cikande Permai AG (69) yang diduga melakukan pencabulan anak angkatnya sejak korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 6 ini ternyata sudah dinonaktifkan sejak tanggal 14 September 2020 namun AG masih melakukan absensi sekolah.

Saat di temui awak media di kediamannya, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Cikande Permai Nanang, menjelaskan bahwa oknum AG sudah di Non Aktifkan sebelum pemberitaan ramai di beberapa media.

***BACA JUGA Bejad….!, Oknum Guru ASN DiDuga Cabuli Anak Yatim Piatu Hingga 7 Tahun

“Betul, AG merupakan guru pengajar di sekolah kami, sebelum media ramai memberitakan AG sudah saya Non Aktifkan beliau sebagai guru di SDN Cikande permai, namun disekolah beliau masih absen, terakhir Sabtu kemarin (26/09/20) saya masih komunikasi dengan beliau hanya menanyakan kabar saja,” jelas Kepala Sekolah kepada awak media, Minggu (27/9/2020).

Masih dalam penjelasannya, ” awalnya tidak percaya apa yang diperbuat AG, hingga akhirnya saya memanggil Komite Sekolah (Parman) untuk menanyakan langsung ke Anak tersebut (IT) ” tukasnya.

Parman selanjutnya menanyakan ke anak tersebut (IT) , lalu melaporkan kronologi korban ke kepala sekolab, AG selanjutnya dipanggil kepala sekolah untuk menceritakan hal sebenarnya.

Kepala sekolah kaget mendemgar pemgakuan AG ternyata dibenarkan, saat itu juga AG dilaramg datang ke sekolah dan Senin (14/09) AG akhirnya di Nonaktifkan dari sekolahnya mengajar, “Saya kaget AG mengakui dan hari itu juga saya suruh tidak lagi ke sekolah. Seninnya AG dinonaktifkan,” tukasnya.

Nanang menambahkan, AG merupakan Guru kelas di SDN Cikande Permai, dan mulai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) semenjak tahun 2008. Sebelumnya AG adalah guru bantu sementara.

“Sanksi terberat apabila terbukti selain menjalani proses hukum AG terancam di pecat dari ASN,” pungkasnya.

Hingga berita ini dilansir, oknum guru ASN (AG) tersebut belum diamanlan aparat kepolisian.

(syt/red)

Facebook Comments