Jakarta | derapfakta.com, Berawal dari komunitas member aplikasi advertising digital ( Memiles), melalui jejaring group chating WhatsApp dan Telegram dimana kumpulan anggota member Memiles tersebar informasi dari salah oknum anggota group tersebut tersebar dugaan informasi atau keterangan paslu yang mengandung unsur fitnah yang mengarah ke alah satu anggota member tersebut.

Dari salah satu oknum member yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan pemalsuan data, bahwa oknum member tersebut melalui jejaring aplikasi Obrolan Group WhatsApp dan Telegram menyebar luaskan informasi palsu, di Informasikan bahwa si-oknum tersebut menyampaikan digroup bahwa atas nama Fransiska Langelo (member Memiles) telah menerima transfer dana hampir senilai satu miliyar.

Selain pemberitahuan tertulis melalui aplikasi Obrolan Group WhatsApp dan Telegram itu, oknum tersebut juga di menyebarkan bukti transferan palsu memalui salah satu nama Bank dengan no rekening milik atas nama Fransiska Langelo selaku penerima transfer.

Untuk memastikan kebenarannya, Fransiska Langelo (member Memiles) mengkroscek rekening miliknya, namun hal yang mengagetkan bahwa apa yang disampaikan salah satu oknum member tidak benar, fakta yang ada dana donasi yang di gembar-gemborkan Fransiska Langelo tidak menerima transferan tersebut jadi hanya keterangan palsu.

Saat diwawancarai, Fransiska Langelo (52) menjelaskan, apa yang dilakukan oleh oknum member yang telah menyebarluaskan bahwa saya menerima transferan senilai hampir 1 Miliyar dan kenyataanya hanya fiktif, informasi saya menerima dana itu telah diketahui banyak orang dari member-member yang yang tergabung dalam member kelompok perjuangan Memiles, dan saya merasa difitnah, apalagi dengan bukti data transferan melalui salah satu bank juga dikirim ke Group oleh oknum member, jelas saya tidak terima atas tindakannya, nama baik saya tercoreng, geramnya.

Dengan didampingi oleh beberapa member perwakilan dari beberapa wilayah yang datang ke jakarta untuk mendampingi saya, dan saya sudah membuka laporan kepihak yang berwajib, dan hari ini saya akan di BAP di Polres Metro Jakarta Selatan, dan kasus ini sudah saya kuasakan kepada pengacara saya, ucapnya. Senin (7/9/2020).

Sementara Yunasril Yuzar SH salah satru team Advokasi Soesilo Ariwibowo SH, selaku kuasa Hukum Fransiska Langelo menjabarkan, bener kalau klien kami merasa dirugikan dengan adanya tindakan tidak menyenangkan atas dugaan pencemaran nama baik serta tindakan pemalsuan data, bahwa ada salah satu oknum member yang tergabung di komunitas member aplikasi advertising digital ( Memiles) menyebutkan yang disebar group WhatsApp dan Telegeram, bahwa klien kami katakan telah menerima dana senilai hampir 1 Miliyar, dan memang para member yang tergabung di member aplikasi advertising digital ( Memiles), terangnya.

Ucapannya oknum tersebut tidak ada bukti, dan ini sudah termasuk perbuatan pencemaran nama baik dan pemalsuan data bukti transfer dan itu diketahui publik dengan jumlah anggota group yang ribuan anggota, klein kami sudah dirugikan secara imateril dan nama baiknya tercoreng, ucapnya.

Atas perbuatannya klien kami sudah melapor ke pihak yang berwajib, setelah laporan diterima dan hari ini tengah di BAP di Polres Motero Jakarta Selatan atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik dan/atau pemalsuan yang merunut ke Pasal 27 Ayat (3) JO Pasal 45 Ayat (3) UU RI NO.19 TH 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 263 KUHP, paparnya.

Kami harus menghargai pihak yang berwajib untuk menindaklanjuti perkara ini, dan saya ucapkan terimakasih kepada Dirkrimsus Polres Metro Jakarta Selatan yang sudah merspon laporan kami, jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, karena ini sudah di ranah yang berwajib, tutupnya.

(Red_

Facebook Comments