Carenang Serang | derapfakta.com, Menanggapi hasil pertemuan antara awak media dengan kepala desa walikukun di aula desa dengan didampingi pengacaranya Irfan azis abdilah juga dihadirkan muspika setempat,Jumat (04/09/20).

Dalam pertemuan tersebut Pengacara kepala desa diduga melakukan tindakan tendensius terhadap Wartawan dengan mempertanyakan kredibilitas para wartawan menanyakan tentang UKW (Uji Kompetensi Wartawan) bahkan membedah pemberitaan seolah sang pengacara ini adalah dari dewan pers, bukan poksinya seorang pegacara menanyakan hal hal itu.

Hingga ketua umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke angkat bicara, ” Oknum pengacara membackup perilaku Kepala Desa, Tidak ada haknya si pengacara menanyakan hal-hal itu terhadap wartawan, Mau UKW tidak UKW bukan urusan dia itu urusan organisasi ” tegas Wilson alumni PPRA-48 Lemhanas RI tahun 2012.

****BACA JUGA Menghadiri Undangan Klarifikasi Terkait Pungutan BST Di Desa Walikukun, Dinilai Pengacara Kades Berprilaku Tendensius Terhadap Beberapa Wartawan di Serang Timur

“Bukan tugas dia menanyakan hal itu, dia bukan penyidik, itu cara cara dia untuk mengintimidasi, karena dia sudah melanggar pasal 18 UU no 40 tahun 1999, dia menghalang-halangi tugas wartawan, menghalang-halangi itu hukuman 2 tahun, Suruh dia belajar undang undang no 40 tahun 1999, jadi pengacara yang benar , bukan jadi pengacara yang backup kejahatan di lapangan ” tegas Lulusan pasca sarjana Global Ethics dari Birmingham University, Inggris itu.

Sebelumnya ramai pemberitaan dugaan pungutan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar 50.000 /penerima dengan dalih iuran yang diduga dilakukan oknum RT dan diketahui kepala desa nya, hingga kepala desa walikukun Asep mengundang para awak media untuk klarifikasi di aula kantor desa setempat.
(tim/red)

Facebook Comments