Carenang | derapfakta.com, Adanya beberapa wartawan yang di undang oleh kepala desa Walikukun Kec. Cirenang untuk mengklarifikasi dan menerima hak jawab dari Kepala Desa Walikukun Kecamatan Carenang pada, Jumat (04/09/2020).

Undangan Klarifikasi tersebut terkait viral nya pemberitaan tentang adanya pungutan dari dana BST yang diduga dilakukan oleh oknum ketua RT.

Dihadiri beberapa perwakilan jurnalis dengan dihadiri unsur muspika kecamatan cirenang, Kades ynag menghadirkan kuasa Hukumnya.

****BACA JUGA Berdalih Partisipasi Lomba Kampung Bersih, Penerima BST Di Desa Walikukun Dipungut 50 Ribu

Dari hasil pertemuan tersebut ada hal yang tidak mengenakan bagi wartawan yang dilakukan oleh Kuasa Hukum dari kepala desa Walikukun, Adanya dugaan tindakan tendensius terhadap wartawan sangat disesalkan oleh oleh ketua Perkumpulan Wartawan Serang Timur (Perwast).

Kami dari beberapa Wartawan menghadiri undangan Klarifikasi dari kepala desa Walikukun, terkait pemberitaan dari beberapa media kami yang memberikan terkait adanya dugaan pungutan oleh oknum RT kepada masyarakat yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial sebesar 50rb, kami datang bukannya kades untuk mengklarifikasi, namun pihak kades yang di wakilkan oleh Kuasa Hukum nya, kami di pojokan seakan kami menerbitkan berita tanpa adanya dasar data yang kami punya, terang salah satu wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Serang Timur (PERWAST).

****BACA JUGA Oknum RT Desa Walikukun Minta Anggaran Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Ketua Umum Lembaga Soeroja Indonesia: Itu Salah Kaprah

Menurut Ketua PERWAST Angga mengatakan, perilaku sang pengacara kades tersebut sangat disayangkan adanya dugaan tindak tendensius terhadap wartawan yang dilakukan oleh oknum kuasa hukum dari Kepala Desa Walikukun.

“Untuk membedah berita itu ranahnya bukan seorang kuasa Hukum, Silahkan mengadu ke Dewan Pers kalau ingin membedah berita, dia kan jelas tupoksinya sebagai kuasa Hukum dari kepala desa Walikukun bukan penyidik dan juga bukan dewan Pers, Ketika Kepala Desa Walikukun sudah memberikan hak jawabnya ya sudah selesai untuk klarifikasi nya bukan untuk membedah suatu berita”Ungkapnya.

Sementara Yusa Qorni selaku Koordinator LSM Geram Banten Indonesia DPC Kabupaten Serang yang turut hadir atas undangan Kades Walikukun menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Pengacara Kades Walikukun terhadap rekan media dan juga dirinya.

“Sejak kapan undangan dengan judul Klarifikasi Berita isinya justru pengadilan terhadap kami (LSM dan Media), dan kapasitasnya apa pengacara kok sampai menanyakan latar belakang pendidikan saya,”ungkap Yusa.

**** BACA JUGA Camat Carenang : Apapun Alasannya Melakukan Pemotongan BST Itu Tidak Boleh

Ditambahkan Penasehat Hukum PERWAST (Perkumpulan Wartawan Serang Timur ) Rakhmat Suryadi, SH menyesalkan tindakan tendensius yang dilakukan pengacara kades walikukun terhadap wartawan tentu tidak memahami kebebasan Pers yang mengacu pada Undang Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Bila ada pihak yang tidak sependapat atas pemberitaan Pers, langkah yang ditempuh menggunakan hak jawab atau melalui Dewan Pers.

****BACA JUGA 10 Orang Sudah Dimintai Keterangan Saksi Oleh Polres Serang, Terkait Adanya Dugaan Pungutan BST Desa Walikukun

Permasalahan adanya dugaan pungutan BST bila itu benar dilakukan tentu ada payung Hukum dasar melakukannya.

Bila tidak ada payung Hukumnya pungutan tersebut termasuk kategori dugaan pungutan liar (pungli) tegasnya.

(red)

Facebook Comments