Tangerang | derapfakta.com, Tampak dilokasi di wilayah Kp. Ciparanje Rt. 01/02 Ds. Pesangrahan Kec.Solear, lahan yang tengah dalam pengerjaan proyek yang wacananya akan di bangun perumahan Kirana Surya 2, setelah ditelusuri dari berbagai narasumber yang ada, Diduga pembangunan perumahan taman kirana surya 2 tidak mengantongi izin lingkungan maupun izin lainnya, keganjilan terlihat dari papan promosi perumahan Kirana 2 sebelumnya telah dipajang namun Jum’at tanggal 28-08-2020 telah di copot atau di sobek “patut menjadi sebuah pertanyaan”.

Menggali informasi pada warga sekitar, Muslih selaku Jaro menyatakan, sepengetahuannya pihak pengembang tidak pernah meminta tanda tangan atau izin ke masyarakat Kp. Ciparanje untuk pembangunan perumahan taman Kirana Surya 2, dan bagi saya pihak pengembang main slonong aja tidak ada sosialisasi kepada masyarakat, boro-boro izin lingkungan dengan masyarakat sini, ucap Jaro Muslih.

Kepala Desa juga tidak pernah ngomong kalau lahan itu mau dibangun perumahan, pokok nya ke kami dan ke masyarakat tidak ada mereka minta izin, kami tidak mau tanggung jawab kalau ada apa – apa, terangnya.

Sementara Arsid selaku Ketua Rt 01/02 Kp Ciparanje Desa Pasanggrahan solear, dirinya mengatakan dari awal turun Beko dab dimulainya pengurukan sampai sekarang pihak pengembang selama ini tidak ada koordinasi dengan masyarakat Kp Ciparanje, atau ke saya sebagai Rt maupun jaro, bahkan pihak Desa pun belum pernah ada pemberitahuan sebelumnya kalu akan ada pembangunan perumahan taman kirana 2 di daerahnya, ucapnya.

Dari hal tersebut, diduga kuat proyek pembangunan perumahan Taman Kirana Surya 2 tidak mengatongi izin, diantara perizinan yang harus dimiliki pengembang ada delapan (8) perizinan yang harus dimiliki pengembang diantaranya, Izin lingkungan setempat, Izin keterangan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), Izin pemanfaatan lahan atau Izin pengeringan lahan.

Izin tersebut sebagai dasar untuk ke jenjang alas dasar penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), di lanjut Izin prinsip, Izin lokasi, Izin dari Badan Lingkungan Hidup (BLH), Izin dampak lalu lintas (amdal lain) dan Pengesahan Site plan, kuat dugaan pihak pengembang tidak melengkapi izin sebagai mana mestinya dalam melaksanakan proyek pembangunan perumahan.

Jangankan izin lingkungan hidup izin lingkungan setempat saja pengembangan mengabaikannya, yang aneh kecamatan solear seakan akan tidak tahu atau tutup mata terkait perizinan perumahan Kaman Kirana Surya 2 di Kp. Ciparanje Rt 01 Rw 02 Ds. Pasanggrahan Kec. Solear.

Pasal ketika rekan team awak media derapfakta.com, menanyakan atau memintai konfirmasi Via WhatsApp (WA) ke salah satu staf kecamatan Solear terkait perizinan perumahan tersebut, staff tersebut mengatakan terkait perizinan perumahan Kirana Surya 2 yang saat ini tengah dalam pngerjaan, staff kecamatan tersebut merintahkan agar ditanyakan langsung kepada pihak pengembang.

“Silahkan tanyakan ke pihak pengembang saja, ucapnya.

Untuk perkembangan informasi tersebut, pada Jum’at tanggal 28-08-2020 kami berdua menyambangi kantor pemasaran perumahan Taman Kirana Surya namun kantor tersebut tutup.

Patut dipertanyakan kinerja Satpol PP kecaman Solear (Trantib) dalam menertibkan dugaan pengembang yang nakal dan tidak mengikuti aturan yang ada hingga kini kegiatan pembangunan perumahan Taman kirana surya 2 di Kp Ciparanje Desa Pasanggrahan Solear masih berlanjut.

(red)

Facebook Comments