Serang | derapfakta.com, Menindaklajuti pemberitaan terkait warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) mengaku mengalami praktik pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum RT di Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten.

BST yang disalurkan pada Sabtu, 22 Agustus 2020 tersebut, dari total bantuan sebesar Rp600 ribu, warga penerima dipungut Rp.50 ribu dengan alasan sumbangan atau iuran partisipasi untuk kegiatan Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang.

Sementara Taslim Wirawan selaku ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Soerunting Jaya Indonesia (Soeroja Indonesia) angkat bicara, menurut saya tindakan yang dilakukan oleh oknum Rt yang telah melakukan pungutan kepada warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) itu sangat disayangkan, bagi saya tindakan yang dilakukan tersebut pengarah suatu pungli (pungutan liar). Minggu (30/8/2020).

****BACA JUGA Berdalih Partisipasi Lomba Kampung Bersih, Penerima BST Di Desa Walikukun Dipungut 50 Ribu

Jelas dimana masyarakat miskin orang yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, semata-mata anggaran sebesar Rp.600rb sebagai bentuk keperdulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, nah ini malah dibuat jas maanfaat oleh uknum Rt menarik iuran sebesar Rp. 50rb dengan berdalih separtisipasi untuk program Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) yang di selenggarakan oleh pemerintah Kab.Serang.

Dan mirisnya lagi kepala desa pun mengetahuinya, seharusnya program tersebut pihak desa yang menganggrakan, bukan malah dibabankan ke warga yang nota bene hidup yang tidak meiliki penghasilan tetap, makanya pemerintah menyalurkan dana bantuan untuk mereka, ini perbuatan oknum Rt dan pemerintah Desa Walikukun salah kaprah, tegasnya.

Saya rasa ini tidak tepat atas tindakanya, melakukan pungutan dengan embel-embel partisipasi untuk lomba kampung bersih dan bikin pos kamling, jika mau dibabankan kepada warga seharusnya seluruh anggpta keluarga Ds. Walikukun, bukan yang diminta kepada warga yang penerima bantuan sosial saja yang dimintai iuran, terangnya.

Saya meminta untuk dinas terkait agar menindaklanjuti terkait permasalahan yang ada di Ds. Walikukun, karena ini menyangkut nama baik Kabupaten Serang, ucapnya.

Perlu dipahami, program Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mendorong seluruh desa berkompetisi dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) wajib kita aspresiasi dan kita dukung, karena program yang sudah digelar di tahun kedua ini akan disinergikan dengan Kampung Tangguh yang digalakan oleh Polri, jangan untuk ajang jas manfaat untuk melakukan pungutan, program tersebut, jadi kepala desa yang bertanggung jawab, bukan membebani warganya, tutupnya.

(red)

Facebook Comments