Tangerang |derapfakta.com, Berawal dari LPJ tahun 2019 yang belum diserahkan ke dinas Pemdes Kab.Tangerang hingga saat ini, mulai terkuak kasus-kasus diantaranya belum terealisasiya beberapa item bangunan fisik pihak Pemdes Ds.Jeungjing kec.Cisoka yang menggunakan anggaran dana desa berdampak mendapatkan ultimatum keras oleh pihak Inspektorat Kab. Tangerang.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan via beberapa media online sebelumnya, penelusuran pihak inspektorat serta pantauan langsung kelapangan, hingga pada 21 Juli pihak Inspektorat melakukan pemanggilan kepada Pemdes Jeungjing.

Pada saat itu timbul kesepakatan penyelesaian bahwa pihak Pemdes Jeungjing sanggup menyelesaikan kegiatan fisik yang belum terealisasi sampai batas 30 Juli 2020.

****BACA JUGA Diduga BLT Dana Desa Jeungjing Selewangkan, Lembaga Gerhana Indonesia Akan Melaporkan

Dalam surat pernyataan yang di tandatangani Kepala Desa Jeungjing Maryono Caprie diatas materi tersebut, bila mana pihak Kades Jieunjing tidak bisa menyelesaikan terkait kegiatan yang belum terealisasikan hingga batas tanggal yang disanggupi (30 Juli 2020-red), sanksi yang diberikan untuk anggaran tahun selanjutnya tidak mendapatkan anggaran kembali.

Foto: Fisik Kantor Desa Jeungjing

Selain sarana gedung Kantor Ds.Jeungjing yang dalam tahap pembangunan terkesan mangkrak, lanjut Team awak media melakukan penyelusuran disalah satu titik kegiatan fisik yang belum di selesaikan oleh kepala desa jeungjing, hal yang sangat mengejutkan kegiatan fisik Turap dilokasi kp Cangri dan pembangunan sarana olahraga Futsal yang letaknya tepat di sebelah kantor desa jeungjing yang memakai anggaran dana desa sampai ratusan juta rupiah masih belum dikerjakan.

****BACA JUGA Kegiatan Fisik TA 2019 Belum Terealisasi, Inspektorat Kabupaten Tangerang Ultimatum Pemdes Jeungjing

Dilokasi pembangunan turap kp.Cangri Desa Jeungjing Kecamatan Cisoka terlihat adanya material yang sudah tersedia, ketika salah satu warga kp cangri saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa material tersebut sudah turun dari beberapa bulan lalu, tepatnya sebelum puasa ramadhan, material tersebut hanya diturunkan saja dari truk, kami pikir besoknya mau dikerjakan akan tetapi sampai material banyak yang hilang belum juga dikerjakan sampai sekarang, ucap warga yang tidak mau disebutkan namanya, pada Senin (10/8/2020).

Foto : Matrial pembangunan turap yang belum dikerjakan lokasi kp. Cangri

Meski sudak membuat pernyataan dan tindakan sanksi, sejatinya pihak Desa Jeungjing ada praduga banyak melakukan penyelewengan anggaran dana Desa di tahun 2019 bahkan ditahun sebelumnya, fakta dilapangan ada beberapa item yang ada dalam rancangan LPJ diduga banyak penyimpangan.

Ditempat terpisah, M.Suhud selaku Direktur Eksekutif LSM BP2A2N menyatakan, Dari polemik Ds.Jeungjing tersebut, pihak Dinas DPMPD dan Inspektorat Kabupaten Tangerang harus benar-benar tegas dalam melakukan penerapan baik secara aturan dan sanksi tegas, agar roda kepemerintahan Kabupaten tidak terkesan ada pembiaran, dimana pemangku kebijakan yang ada di tingkat Desa melakukan tindakan yang mengarah ke unsur korupsi, hal yang menjadi suatu pertanyaan kenapa LPJ tahun 2019 Ds. Jeungjing yang belum diserahkan namun anggaran tahun 2020 bisa dicairkan, nah hal ini salah satu kelalaian pihak dinas terkait, disebabkan memberi ruang celah dimana untuk melakukan tindakan pidana korupsi.

Karena dengan melihat rekam jejak tersebut, pada 2019 LPJ belum diserahkan ke Dinas DPMPD, terendus dugaan penyimpangan anggaran dana Desa tahun 2019, pada saat ini gedung kantor desa yang sudah  menggelontorkan anggaran ratusan juta rupiah, namun kondisi masih terkesan mangkrak, data yang kami dapat dan telah kami kaji, sangat fanstastik sekali dimana anggaran-anggaran yang digelontorkan tidak tahu kejelasan Fisik maupun kegiatannya lainya, lantas kemana anggaran yang ada, ucapnya.

Dengan data yang kami himpun, terkait dugaan mark up dana desa di Ds.Jeungjing kami akan terus memonitoring, karena ini menyangkut nama baik pemerintah Kabupaten Tangerang, wajib kita jaga untuk meraih Tengerang Gemilang, tutupnya.

(Tim Red)

Facebook Comments